Sidoarjo | Jurnal Peristiwa.id — Tragedi kembali menyelimuti kawasan industri semen yang dikelola IMASCO. Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden terbaru yang terjadi di area operasional pabrik yang dikenal publik sebagai Pabrik Semen Singa Merah. Peristiwa ini memicu gelombang kemarahan dan keprihatinan dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Sejumlah aktivis menilai insiden tersebut bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan sinyal kuat adanya persoalan serius terkait standar keselamatan kerja dan pengawasan di lingkungan industri. Mereka mendesak agar aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh, transparan, dan akuntabel untuk memastikan penyebab pasti kejadian serta pihak yang harus bertanggung jawab.
Ketua Koordinator Wilayah Jawa Timur Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI Jatim) menyampaikan sikap tegas. Menurutnya, insiden yang berulang di lingkungan kerja industri berat tidak boleh lagi dianggap sebagai “risiko pekerjaan” semata.
“Dua nyawa melayang. Ini bukan angka statistik. Ini manusia, ini keluarga yang kehilangan. Harus ada evaluasi total, bahkan bila perlu penghentian operasional sementara sampai semua standar keselamatan dibuktikan benar-benar layak,” tegas perwakilan MAKI Jatim dalam pernyataannya.
Gelombang desakan juga datang dari kelompok masyarakat Laskar Jahanam Mas Dwi yang menyatakan siap turun bersama Maki Jatim dan elemen sipil lain untuk mengawal kasus ini. Mereka menuntut audit menyeluruh terhadap sistem K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), manajemen risiko, serta kepatuhan perusahaan terhadap regulasi ketenagakerjaan dan lingkungan.
Seruan yang menggema di lapangan terdengar lantang: “Tutup IMASCO bila terbukti lalai!” Bagi para aktivis, keselamatan manusia tidak boleh dikompromikan oleh target produksi.
Warga sekitar kawasan industri juga mulai angkat suara. Beberapa mengaku khawatir karena insiden di area pabrik kerap menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga pekerja dan masyarakat sekitar. Mereka berharap pemerintah daerah, dinas terkait, serta pengawas ketenagakerjaan turun langsung melakukan inspeksi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen IMASCO belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi kejadian. Publik kini menunggu klarifikasi terbuka sekaligus langkah konkret yang menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keselamatan pekerja.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa di balik megahnya roda industri, ada nyawa manusia yang harus dilindungi. Desakan investigasi menyeluruh dan evaluasi total pun kian menguat, agar tragedi serupa tidak kembali terulang.(Red)
Narasumber : Maki Jatim
Editor : Redaksi