Kaji Ulang Manajemen : Strategi Peningkatan Kinerja Berkelanjutan SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO/IEC 17020:2012

Karantina Jawa Timur menggelar kegiatan kaji ulang manajemen SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO/IEC 17020:2012 sebagai wujud komitmen "KUAT'
Karantina Jawa Timur menggelar kegiatan kaji ulang manajemen SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO/IEC 17020:2012 sebagai wujud komitmen "KUAT'

Kaji Ulang Manajemen : Strategi Peningkatan Kinerja Berkelanjutan SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO/IEC 17020:2012

 

Sidoarjo - Jurnalperistiwa.id,Karantina Jawa Timur menggelar kegiatan kaji ulang manajemen SNI ISO/IEC 17025:2017 dan SNI ISO/IEC 17020:2012 sebagai wujud komitmen "KUAT' dalam menjaga standar mutu layanan, pada Rabu 17/12 bertempat di aula karantina Jawa Timur. 

 

Acara ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan sarana evaluasi mendalam untuk peningkatan berkelanjutan, memastikan implementasi kedua standar tersebut tetap efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan. 

 

SNI ISO/IEC 17025:2017 mengatur kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi, sementara SNI ISO/IEC 17020:2012 fokus pada inspeksi berbagai komoditas karantina seperti hewan, ikan, dan tumbuhan, dan produk turunannya. 

 

Kepala Sub Bagian Umum karantina Jawa Timur, Budi Susilo yang berkenan membuka acara menyampaikan bahwa,"Kaji ulang ini menjadi momentum refleksi diri. Identifikasi kekurangan, perbaiki proses, dan  menyesuaikan perkembangan terkini agar layanan kami tak hanya memenuhi standar nasional, tapi juga melebihi harapan pelanggan," ujar Budi. 

 

Secara garis besar pertemuan ini merumuskan terkait perubahan dalam masalah atau isu internal dan eksternal yang relevan dengan sistem, manajemen mutu laboratorium penguji (LP) dan Lembaga Inspeksi (LI), pemenuhan tujuan/sasaran mutu, kesesuaian kebijakan dan prosedur, penilaian oleh badan eksternal (KAN), perubahan volume dan jenis pekerjaan atau dalam berbagai kegiatan  LP dan LI, umpan balik pelanggan dan personil, hasil audit internal terakhir, keluhan dan banding, kecukupan sumberdaya, hasil dari jaminan validitas hasil, hasil identifikasi risiko, serta pemantauan dan pelatihan personel.

 

Hadir sebagai Narasumber pada kegiatan kaji ulang manajemen adalah Dr. Budi Rianto Wahidi, S.Si, M.Si – Ketua Prodi TPPI Poltek KP, KKP, Sidoarjo. Budi menekankan bahwa fungsi utama kaji ulang manajemen sebagai platform bagi manajemen puncak untuk menilai kecocokan, kecukupan, dan efektivitas sistem. 

 

Di tempat terpisah, Kepala Karantina Jawa Timur, Hari Yuwono Ady menyatakan  bahwa dengan semangat kebersamaan dan komitmen perbaikan berkelanjutan, menjadikan kegiatan kaji ulang manajemen, sebagai momentum untuk memperkuat kualitas, integritas, serta profesionalisme.

 

“Dengan kaji ulang manajemen ini diharapkan semakin mampu memberikan pelayanan karantina yang unggul, terpercaya, dan berdaya saing,” pungkas Hari.

 

Kegiatan ini diikuti oleh Ketua Tim Kerja, Penanggung Jawab Laboratorium Penguji, penanggung Jawab Lembaga Inspeksi serta pegawai Karantina Jawa Timur.(red)

 

 

Editor : Redaksi