SMK Muhammadiyah 9 Gambiran Raih Excellent School Pada Ajang Muhammadiyah Education Award 2026

Reporter : Biro Banyuwangi
Kepala SMK Muhammadiyah 9 Gambiran, Lutfi Isa Ansori, menerima sertifikat predikat Muhammadiyah Excellent School dari Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jatim, Prof. Dr. Khozin, M.Si., dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026.

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – SMK Muhammadiyah 9 Gambiran, Banyuwangi, meraih predikat Muhammadiyah Excellent School dalam ajang Muhammadiyah Education Awards (ME Awards) 2026. Penghargaan tersebut menjadi capaian baru bagi sekolah yang berlokasi di Desa Wringinagung, Kecamatan Gambiran.

ME Awards 2026 digelar pada Sabtu (8/8/2026) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ajang apresiasi yang digelar Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur itu diikuti sekitar 3.000 peserta dari sekolah, madrasah, guru, hingga tenaga kependidikan Muhammadiyah.

Baca juga: Perempuan Asal Songgon Tewas di Rumah Pasangan Siri di Temuasri Sempu, Polisi Amankan Pisau Diduga Jadi Alat Pembunuhan

Predikat ini diberikan berdasarkan penilaian Muhammadiyah Future School (MFS). Sertifikat bernomor MFS/923/2026 tersebut berlaku selama empat tahun, terhitung sejak 24 Juli 2026 hingga 24 Juli 2030.

Kepala SMK Muhammadiyah 9 Gambiran, Lutfi Isa Ansori, S.T.,Gr.,  mengatakan capaian tersebut menjadi tolok ukur atas proses pengembangan sekolah yang telah dilakukan. Bagi sekolah, predikat itu bukan sekadar penghargaan, tetapi juga menjadi standar yang harus dipertahankan.

“Predikat ini menjadi bukti bahwa proses yang kami jalankan selama ini mulai menunjukkan hasil. Kami tentu tidak ingin berhenti pada penghargaan, tetapi menjadikannya sebagai tolok ukur untuk terus memperbaiki sekolah,” ujar Lutfi.

 

Baca juga: Tabrakan Beruntun di Depan Pasar Mandana, Pengendara Honda Grand Tewas

Fokus Jaga Standar

Lutfi menerangkan, capaian tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat pengembangan sekolah. Evaluasi internal akan dilakukan secara berkala agar standar yang menjadi dasar penilaian tetap berjalan setelah sertifikat diterima.

Ia menyebut penguatan mutu tidak hanya menyangkut proses pembelajaran. Pengelolaan sekolah, kedisiplinan, hingga kesiapan siswa menghadapi dunia kerja juga menjadi bagian yang perlu terus diperhatikan.

Baca juga: Eratkan Silaturahmi, Lapas Banyuwangi Gelar Funwalk Keluarga Sambut HUT Ke-81 RI

“Kami ingin budaya mutu ini  dapat diaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari, mulai dari pembelajaran, kedisiplinan, pengelolaan sekolah, sampai bagaimana siswa dipersiapkan menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah lulus,” katanya.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi. Sekolah tidak ingin capaian tersebut berhenti sebagai seremoni semata.

“Empat tahun bukan waktu untuk berpuas diri. Justru menjadi tantangan bagi kami untuk mempertahankan standar sekaligus meningkatkan capaian yang sudah ada,” pungkas Lutfi. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru