Surabaya, 12 November 2025 — jurnalperistiwa.id,
Perjuangan panjang Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur akhirnya berbuah manis. Setelah empat tahun lamanya memperjuangkan dan mengikrarkan dukungan agar KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, Pemerintah Republik Indonesia melalui keputusan resmi pada 6 November 2025 akhirnya menetapkan Presiden ke-4 RI tersebut sebagai Pahlawan Nasional.
Langkah monumental ini menjadi momen bersejarah sekaligus torehan emas bagi MAKI Jatim yang sejak 5 Maret 2021 secara kelembagaan telah mengirimkan surat resmi kepada Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Sekretariat Negara (Setneg). Surat tersebut berisi permohonan agar Gus Dur segera dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, lengkap dengan argumentasi dan pemenuhan 13 syarat formal sesuai regulasi yang berlaku.
Ketua MAKI Jatim, Heru MAKI, mengenang perjuangan itu sebagai sebuah perjalanan spiritual dan moral.
“Idola saya adalah Gus Dur. MAKI Jatim secara kelembagaan juga sangat mengidolakan beliau, sosok pemimpin penuh keikhlasan, humor, dan kebijaksanaan. Beliau adalah panutan sejati bangsa yang mengabdikan diri sepenuhnya untuk negara tanpa pamrih,” tutur Heru dengan mata berkaca-kaca.
Heru menegaskan bahwa perjuangan MAKI Jatim kala itu mungkin dianggap kecil oleh sebagian orang, namun langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa suara moral masyarakat Jawa Timur tak pernah padam.
“Kami paham bahwa ikhtiar kami mungkin terlihat sederhana. Tapi tanggal 6 November 2025 kini akan tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa — langkah kecil MAKI Jatim akhirnya terwujud,” tegasnya penuh haru.
Dalam surat yang dikirim empat tahun silam, MAKI Jatim menilai Gus Dur bukan hanya tokoh bangsa, melainkan simbol kemanusiaan dan toleransi yang tak lekang oleh zaman. Dedikasi beliau terhadap nilai-nilai demokrasi, pluralisme, dan keadilan menjadi inspirasi lintas generasi.
“Langkah kecil tetapi sarat makna ini adalah bentuk cinta kami terhadap Gus Dur. Kami ingin meneladani karomah dan ketulusan beliau dalam memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan,” lanjut Heru.
Kini, setelah penantian panjang, Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan menyerahkan penghargaan tersebut kepada putri serta keluarga almarhum dalam upacara kenegaraan penuh khidmat.
MAKI Jatim menyambut keputusan ini dengan sujud syukur dan rasa haru mendalam, menegaskan bahwa perjuangan moral yang dilakukan dengan keikhlasan akan selalu menemukan jalannya.
“Perjuangan tanpa kenal lelah selama empat tahun akhirnya tidak sia-sia. Kami sujud syukur atas penganugerahan ini. Ini bukan kemenangan MAKI Jatim semata, melainkan kemenangan seluruh rakyat Indonesia yang mencintai Gus Dur,” pungkas Heru MAKI.
BRAVO MAKI JATIM!
Langkah kecil yang menggetarkan bangsa — bukti bahwa ketulusan dan keyakinan dapat mengubah sejarah.
Editor : Redaksi