Sidoarjo Jadi Titik Awal Penguatan Kapasitas Kopdes Merah Putih di Jawa Timur

Reporter : Reporter 3
Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi dimulainya rangkaian sosialisasi penyusunan proposal bisnis dan pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Agenda yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (9/9), ini menghadirkan ratusan pengurus Ko

Sidoarjo –jurnalperistiwa.id Kabupaten Sidoarjo menjadi lokasi dimulainya rangkaian sosialisasi penyusunan proposal bisnis dan pembiayaan bagi Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih. Agenda yang digelar di Pendopo Delta Wibawa, Selasa (9/9), ini menghadirkan ratusan pengurus Kopdes Merah Putih dari berbagai daerah di Jawa Timur, termasuk Tuban, Malang, Gresik, hingga Surabaya.

Kick-off program dilakukan langsung oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo bersama Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana. Melalui kegiatan ini, para pengurus koperasi diberikan pemahaman teknis mengenai penyusunan proposal bisnis yang menjadi syarat penting untuk mendapatkan akses pembiayaan dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), di antaranya BRI dan BNI.

Baca juga: Sosialisasi Program Indonesia Pintar Meningkatkan Kualitas Pendidikan Melalui Bantuan Beasiswa

Akses Pembiayaan untuk Modal Kerja dan Investasi

Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan bahwa pemerintah menugaskan Bank Himbara untuk menjadi mitra pembiayaan Kopdes Merah Putih. Skema yang disiapkan mencakup dua jenis pembiayaan, yakni modal kerja dan investasi.

“Untuk modal kerja akan disesuaikan dengan rencana bisnis koperasi, seperti penjualan pupuk, LPG, atau kebutuhan pokok. Sementara pembiayaan investasi dapat digunakan untuk renovasi toko, pembangunan gudang, atau penyediaan kendaraan operasional,” terangnya.

Ia juga menekankan pentingnya percepatan penyusunan proposal. “Kami berharap minggu depan proposal sudah bisa masuk, sehingga akhir September atau awal Oktober pencairan dana tahap awal bisa dimulai,” tambahnya.

Digitalisasi Manajemen Koperasi

Baca juga: Demi Kepuasan Warga kelurahan Banyu Urip Kecamatan Sawahan Terkhusus Daerah Yang Dianggap Rawan

Selain aspek pembiayaan, pemerintah juga menyiapkan sistem digitalisasi manajemen Kopdes Merah Putih. Langkah ini bertujuan menciptakan pengelolaan yang transparan, akuntabel, dan terintegrasi langsung dengan pusat.

“Ke depan semua proses, mulai dari pengajuan proposal hingga laporan keuangan, akan dilakukan secara digital. Dengan begitu, aktivitas koperasi dapat dipantau lebih rapi dan terbuka,” jelas Kartika.

Harapan Pemkab Sidoarjo

Baca juga: Demi kepuasan warga kelurahan banyu urip kecamatan sawahan terkhusus daerah yang dianggap rawan genangan

Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Sidoarjo sebagai tuan rumah awal kegiatan ini. Ia berharap program ini menjadi titik tolak lahirnya koperasi desa yang sehat, berdaya saing, dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

“Dengan dukungan BUMN dan perbankan, kami optimistis Kopdes Merah Putih bisa berkembang menjadi usaha mandiri yang membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan daya saing masyarakat,” ujarnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, perbankan, dan koperasi desa, Sidoarjo diharapkan dapat menjadi contoh penguatan kelembagaan koperasi desa/kelurahan yang mampu menopang perekonomian masyarakat secara berkelanjutan (nns)

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru