Satgas PROGIB Laporkan Sapi Mati Diduga Lato-lato Milik Duda Tua Sebatangkara, Minta Perhatian dan Bantuan

Reporter : wartawan
Satgas PROGIB Laporkan Sapi Mati Diduga Lato-lato Milik Duda Tua Sebatangkara, Minta Perhatian dan Bantuan

Bojonegoro | Jurnalperistiwa.id -  Satu ekor sapi milik Mbah Badri, seorang duda tua yang hidup sebatangkara, dilaporkan mati mendadak di Dusun Sambong RT 08 RW 03, Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabupaten Bojonegoro. Hewan ternak tersebut diduga terjangkit penyakit yang dikenal masyarakat sebagai lato-lato, atau secara medis bernama Lumpy Skin Disease (LSD). Kejadian berlangsung pada Minggu (7/6/2026).

 

Baca juga: Bhabinkamtibmas Polsek Giri Dampingi Monitoring Pertumbuhan Jagung Warga Dalam Rangka Dukung Ketahanan Pangan

Laporan ini disampaikan langsung oleh anggota Satgas DPW PROGIB Jawa Timur, Tiyono, kepada Kasatgas PROGIB Jatim, Senin (8/6/2026). Berdasarkan keterangan warga, sapi tersebut terlihat sakit selama kurang lebih 10 hari sebelum akhirnya meninggal dunia. Gejala yang tampak jelas adalah munculnya benjolan-benjolan di seluruh bagian kulit tubuhnya.

 

Sapi yang mati itu kemudian dikuburkan secara aman dan layak di lokasi setempat, disaksikan oleh warga sekitar. Masyarakat sangat berharap Dinas Kesehatan Hewan segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan dan langkah pencegahan. Penyakit ini diketahui sangat menular, sehingga perlu diantisipasi agar tidak menyebar dan menulari ternak milik warga lain.

 

Secara medis, penyakit lato-lato atau LSD disebabkan oleh virus dari famili Poxviridae. Penyakit ini mudah menular pada sapi dan kerbau, dengan ciri khas benjolan keras yang tumbuh di sekujur tubuh hewan yang terinfeksi.

Baca juga: Diduga Voice Note Koordinator Rokok Ilegal Ungkap Praktik 'Pengondisian', Sebut Setoran Hingga Jutaan Rupiah

 

Musibah ini terasa sangat berat bagi Mbah Badri. Sebagai lansia yang hidup sendirian, sapi itu merupakan satu-satunya aset dan sumber penghidupan yang ia andalkan. Kehilangan ternak kesayangannya membuatnya sangat sedih dan terpukul.

 

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Heru Satriyo Hadiri Silaturahmi dan Haul 75 Tahun Wafatnya Mbah Umar Sidik di Pohjentrek Pasuruan

Oleh karena itu, selain penanganan medis untuk mencegah penyebaran penyakit, laporan ini juga mengharapkan perhatian dan uluran tangan dari pihak terkait maupun masyarakat luas. Bantuan diharapkan dapat meringankan beban hidup Mbah Badri yang kini harus berjuang seorang diri.

 

(Redaksi)

Editor : wartawan

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru