Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Kunjungi Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Tegaskan Pentingnya Pembinaan Humanis

jurnalperistiwa.id
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)

Madiun | Jurnalperistiwa.id - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia (PWDPI) Kabupaten Sidoarjo melakukan kunjungan silaturahmi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)  Pemuda Kelas IIA Madiun, Senin (2/2/2026).

 

Baca juga: Dualisme Surat Rehabilitasi BNNP Jatim Disorot, Publik Pertanyakan Integritas Penanganan Kasus Narkotika

Dalam kunjungan tersebut, Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Agus Subakti, S.T. didampingi oleh bidang hukum PWDPI, yakni Supono, S.H. dan Exnaim Sinaga, S.H., M.H. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, Septyawan Kuspriyo Pratomo.

 

Septyawan, yang akrab disapa Septa, dikenal sebagai sosok yang humanis, komunikatif, dan terbuka. Dalam suasana pertemuan yang hangat, Septa menyampaikan berbagai informasi terkait sistem pembinaan dan pengamanan yang diterapkan di Lapas Pemuda Kelas IIA  Madiun.

 

Dalam wawancara, Septa menegaskan bahwa pihaknya sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam pelaksanaan pembinaan warga binaan. Menurutnya, tujuan utama pemasyarakatan adalah mengembalikan kondisi mental narapidana agar siap kembali ke tengah masyarakat dengan baik, tanpa rasa minder, serta tidak mengulangi tindak pidana.

 

“Tujuan kami adalah membina, bukan semata-mata menghukum. Kami ingin para warga binaan ketika keluar dari sini bisa kembali bermasyarakat secara sehat, percaya diri, dan produktif,” ujar Septa.

 

Ia juga mengakui bahwa tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa narapidana yang kembali masuk ke lembaga pemasyarakatan. Namun demikian, Septa menegaskan bahwa pihak lapas terus berupaya maksimal menjalankan fungsi pembinaan secara menyeluruh.

 

“Lapas sudah berupaya keras melakukan pembinaan, baik secara mental, moral, maupun keterampilan,” tambahnya.

 

Sementara itu, Ketua DPC PWDPI Sidoarjo Agus Subakti, S.T., mengapresiasi upaya pembinaan yang dilakukan oleh jajaran Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun. Menurutnya, pendekatan humanis dan edukatif merupakan kunci utama dalam menekan angka residivisme.

Baca juga: MAKI Jatim Kawal Ketat Sidang Tipikor, Gubernur Khofifah Berhalangan Hadir karena Agenda DPRD

 

“Kami melihat langsung bagaimana Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun serius menjaga hak asasi manusia dan fokus pada pembinaan. Ini patut diapresiasi karena tujuan akhirnya adalah mengembalikan warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Agus Subakti.

 

Agus juga menekankan pentingnya sinergi antara lembaga pemasyarakatan, insan pers, dan masyarakat dalam membangun pemahaman yang benar terkait sistem pemasyarakatan.

 

“Peran media sangat penting untuk menyampaikan informasi yang objektif dan edukatif, agar masyarakat tidak lagi memandang negatif para mantan narapidana yang telah menjalani proses pembinaan,” tegasnya.

 

Baca juga: Gercep" Pelindo Regional 3 Lakukan Evakuasi Insiden Kapal Pacific 88 di Dermaga Jamrud Selatan

Diketahui, Lapas Kelas IIA Pemuda Madiun memiliki kapasitas 876 orang dan saat ini dihuni sekitar 748 warga binaan yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Untuk menjaga kondusivitas, peningkatan kedisiplinan dan keamanan menjadi pilar utama agar segala bentuk aktivitas negatif dapat dicegah, termasuk pencegahan masuknya barang terlarang melalui screening (pemeriksaan) ketat oleh petugas terhadap pengunjung (keluarga warga binaan).

 

Selain pembinaan spiritual melalui kegiatan keagamaan di masjid dan gereja, lapas juga menyelenggarakan pelatihan keterampilan kerja sebagai bekal bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat agar dapat langsung bekerja secara mandiri.

 

Kunjungan ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara PWDPI dan Lapas Pemuda Kelas IIA Madiun, sekaligus memberikan edukasi kepada publik bahwa sistem pemasyarakatan saat ini mengedepankan pembinaan yang manusiawi dan berorientasi pada masa depan warga binaan.

(Tim PWDPI)

(red) 

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru