Surabaya-Jurnalperstiwa.id , Upaya mendorong produktivitas warga terus dilakukan melalui inovasi teknologi tepat guna. Salah satunya dilakukan oleh Universitas Dinamika (Undika) yang menghadirkan sistem Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) otomatis berbasis Internet of Things (IoT) untuk masyarakat Desa Sidorame, Gunungan, Kecamatan Dawar Blandong, Mojokerto. Kehadiran teknologi ini membuat kelompok PKK setempat semakin aktif dan produktif dalam memanfaatkan waktu di rumah. (5/12/2025)
Program yang diprakarsai oleh dosen Teknik Komputer Undika, Weny Indah Kusumawati, ini memberdayakan ibu-ibu PKK dengan memperkenalkan teknologi yang mampu mengelola budidaya ikan lele secara otomatis. Mulai dari pemantauan suhu air, sirkulasi, hingga pemberian pakan, semuanya dapat dikendalikan melalui aplikasi Android tanpa perlu pengecekan manual.
Sistem otomatis ini mempermudah masyarakat, terutama ibu-ibu, untuk melakukan budidaya ikan secara efisien tanpa menghabiskan banyak tenaga,” jelas Weny, Rabu (26/10).
Perangkat Budikdamber otomatis yang dikembangkan Undika terdiri dari mikrokontroler ESP32, sensor suhu, sensor ultrasonik, serta modul relay untuk mengatur aliran dan penggantian air. Dengan teknologi ini, ibu-ibu PKK tidak perlu khawatir bersentuhan langsung dengan ikan atau melakukan penggantian air secara manual yang biasanya memakan waktu cukup lama.
Ibu-ibu tidak perlu takut kepatil atau kesulitan mengganti air, karena semua sudah diatur otomatis oleh alat ini,” tambah Weny.
Kepala Desa Gunungan, Sadi, menyambut baik inovasi dari Undika tersebut. Menurutnya, teknologi ini mendukung program desa yang sedang mengembangkan konsep desa digital, baik untuk layanan administrasi maupun pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Saya sangat senang karena teknologi ini tidak hanya membantu birokrasi desa, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat. Ini sejalan dengan visi kami menuju desa digital,” ujar Sadi.
Antusiasme terlihat jelas dari para ibu PKK Sidorame yang telah berhasil memanen ikan lele setelah dua bulan menjalankan sistem Budikdamber otomatis. Nur Halimah, perwakilan PKK Sidorame, mengungkapkan kebahagiaannya karena teknologi ini memberikan peluang ekonomi baru bagi warga.
Selain bertani, sekarang kami bisa menambah penghasilan dari budidaya lele. Semoga alat otomatis seperti ini nanti juga bisa digunakan untuk pertanian,” kata Halimah.
Weny dan tim menyebutkan bahwa teknologi IoT yang diterapkan pada Budikdamber memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke sektor pertanian. Sistem penyiraman hingga pemupukan otomatis dinilai sangat relevan bagi warga Gunungan yang mayoritas bekerja sebagai petani.
Program pengabdian masyarakat ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Undika berharap proyek ini dapat terus diperluas, sehingga manfaat teknologi semakin dirasakan masyarakat secara luas. (red)
Editor : Redaksi