Jakarta - jurnalperistiwa.id , Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen kuat terhadap proses reformasi internal dengan menghadiri rapat perdana Komisi Percepatan Reformasi Polri yang digelar di Mabes Polri, Jakarta Selatan. Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat upaya pembenahan kelembagaan Polri secara menyeluruh.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri sejak lama memiliki semangat terbuka terhadap kritik dan masukan publik. Menurutnya, setiap bentuk evaluasi akan menjadi bahan penting dalam memperbaiki kinerja dan pelayanan Polri kepada masyarakat.
Kami selalu terbuka untuk menerima kritik dan perbaikan. Evaluasi dari berbagai pihak sangat kami butuhkan agar Polri dapat terus berbenah dan memenuhi harapan masyarakat,” ujar Sigit usai rapat.
Ia menegaskan, Polri merupakan bagian dari hasil reformasi 1998 yang membawa perubahan besar terhadap tata kelola lembaga negara, termasuk pemisahan Polri dari TNI. Karena itu, kata Sigit, masyarakat memiliki ekspektasi tinggi agar Polri benar-benar menjadi institusi yang profesional, transparan, dan humanis.
Polri adalah buah dari reformasi, maka sudah sewajarnya jika masyarakat menaruh harapan besar terhadap transformasi di tubuh Polri,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kapolri juga menegaskan kesiapan jajarannya untuk segera menindaklanjuti berbagai rekomendasi dan arahan yang diberikan oleh Komisi Percepatan Reformasi. Langkah konkret akan segera diambil agar hasil kerja komisi dapat diimplementasikan dengan cepat dan tepat.
Kami akan bergerak cepat merespons setiap rekomendasi yang disampaikan. Semua masukan dari Komisi Reformasi akan kami tindaklanjuti secara serius demi peningkatan kinerja Polri,” tegasnya.
Rapat perdana ini menandai babak baru dalam upaya mempercepat proses reformasi di tubuh Polri, dengan harapan dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum tersebut. ( wati )
Editor : Redaksi