Surabaya – jurnal peristiwa.id,Wisata malam di Surabaya kini semakin semarak dengan kehadiran pertunjukan Water Laser yang digelar di tepi Pantai Kenjeran, tepatnya di area Jembatan Suroboyo. Pertunjukan yang digagas Pemerintah Kota Surabaya ini menjadi magnet baru bagi warga kota dan wisatawan untuk menikmati hiburan yang tidak sekadar memanjakan mata, tetapi juga sarat dengan nilai sejarah.
Setiap Sabtu dan Minggu pukul 19.00 hingga 20.00 WIB, pengunjung disuguhkan pancaran air mancur yang berpadu cahaya laser warna-warni. Keindahan tersebut semakin istimewa karena menyajikan cerita asal-usul Kota Surabaya yang ditampilkan melalui teknologi water laser projection. Sejarah dan legenda yang biasanya hanya dibaca, kini bisa dinikmati dalam bentuk pertunjukan visual yang megah di atas air.
Camat Bulak Kota Surabaya, Hudaya S.STP, mengatakan pihaknya juga berupaya menghadirkan suasana yang lebih hidup agar pengunjung tidak merasa jenuh. “Kami menambahkan hiburan live music yang di kelola oleh Seniman Jawa Timur atau komunitas IMSJ ( Info Musisi Dan Singer Jawa Timur ) yang di pimpin Nova yang di tampilkan di sela-sela pertunjukan supaya warga dan wisatawan tetap terhibur saat menunggu atau setelah menikmati water laser. Ini bagian dari komitmen kami menghadirkan wisata publik yang berkualitas,” ujarnya.
Upaya tersebut pun disambut antusias oleh pengunjung. Ibu Upit, salah satu warga yang datang bersama keluarga, mengaku senang dengan konsep baru ini. “Live music ini sangat menghibur. Saat menunggu air mancur, kami bisa ikut berjoget sambil mendengarkan lagu. Ada cerita legenda juga yang menarik. Semoga ke depannya live music ini terus ada supaya pengunjung tidak bosan,” ungkapnya.
Pertunjukan Water Laser di Jembatan Suroboyo ini kini menjadi ikon wisata malam Surabaya yang layak dikunjungi. Selain menawarkan hiburan keluarga, acara ini juga memberikan edukasi sejarah Kota Pahlawan secara kreatif dan modern. Pemerintah Kota Surabaya berharap inovasi ini mampu meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat identitas budaya kota di mata masyarakat luas.(red)
Editor : Redaksi