Inovasi Siskamling: WhatsApp Jadi Alat Cepat Tangkal Gangguan Keamanan di Wonokerto

Upaya menjaga keamanan lingkungan di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mendapat sentuhan baru. Kepala desa setempat berinisiatif membentuk grup WhatsApp antar-pos ronda sebagai media komunikasi cepat bila terjadi potensi gangguan kamtibmas.
Upaya menjaga keamanan lingkungan di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mendapat sentuhan baru. Kepala desa setempat berinisiatif membentuk grup WhatsApp antar-pos ronda sebagai media komunikasi cepat bila terjadi potensi gangguan kamtibmas.

PASURUAN –jurnalperistiwa.id Upaya menjaga keamanan lingkungan di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, mendapat sentuhan baru. Kepala desa setempat berinisiatif membentuk grup WhatsApp antar-pos ronda sebagai media komunikasi cepat bila terjadi potensi gangguan kamtibmas.

Langkah ini sejalan dengan program “Ayo Jogo Pasuruan” yang digagas Polres Pasuruan. Pada Selasa malam (16/09/2025), TNI-Polri bersama masyarakat menggelar patroli keliling dusun dan menyambangi pos-pos kamling.

Kasat Binmas Polres Pasuruan menekankan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama. “Bukan hanya tugas aparat, rasa aman harus lahir dari partisipasi warga. Dengan sinergi yang kuat, situasi kondusif akan mudah terwujud,” ujarnya.

Kapolsek Sukorejo menambahkan, kegiatan ronda malam tidak boleh hanya seremonial. “Siskamling harus tetap hidup. Ini salah satu cara paling efektif mencegah gangguan sejak dini,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Wonokerto menjelaskan bahwa hampir semua RT di desanya sudah aktif menggelar ronda. Pos ronda ditempatkan di jalur utama keluar-masuk desa, sehingga memudahkan pemantauan. “Dengan adanya grup WhatsApp, informasi bisa cepat menyebar antarpos. Kalau ada kejadian, tidak perlu tunggu lama untuk saling mengabari,” terangnya.

Kegiatan malam itu ditutup dengan kebersamaan: warga, aparat, dan perangkat desa makan bersama (mayoran) serta pembagian paket sembako kepada petugas ronda. Selain memperkuat rasa aman, momentum ini juga menumbuhkan rasa kekeluargaan antarwarga.

Program inovatif tersebut diharapkan menjadi contoh nyata bahwa keamanan bisa dikelola lebih modern tanpa meninggalkan nilai gotong royong. (wati)

Editor : Redaksi