Puluhan Tahun Terbengkalai, Warga Margorukun Desak Pemkot Surabaya Segera Perbaiki Jalan Rusak

Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, Surabaya akhirnya bersuara lantang. Dalam agenda Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Surabaya
Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, Surabaya akhirnya bersuara lantang. Dalam agenda Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Surabaya

Puluhan Tahun Terbengkalai, Warga Margorukun Desak Pemkot Surabaya Segera Perbaiki Jalan Rusak

Surabaya – jurnalperistiwa.id,Puluhan tahun dibiarkan rusak tanpa sentuhan perbaikan, warga RT 02 RW 02 Margorukun Gundi, Kelurahan Gundi, Kecamatan Bubutan, Surabaya akhirnya bersuara lantang. Dalam agenda Reses Masa Sidang ke-2 Tahun 2025 yang digelar Anggota DPRD Kota Surabaya sekaligus Ketua Fraksi PDI Perjuangan H. Budi Leksono, SH, Senin (15/09/2025), mereka mendesak pemerintah segera merealisasikan perbaikan jalan utama dan saluran selokan di kawasan mereka.

Acara reses yang berlangsung di Jalan Tembakan Gang II, Surabaya ini juga dihadiri H. Muhammad Jupri, SH, sosok yang dikenal aktif mendampingi Budi Leksono dalam menjaring aspirasi masyarakat. Pertemuan tersebut menjadi wadah bagi warga menyampaikan keluhan yang selama ini tertahan.

Ketua RT 02 RW 02 Margorukun Gundi, Hesti Rahayu, mengungkapkan bahwa kondisi jalan yang berada di dekat rel kereta api itu kini rusak parah dan semakin memprihatinkan. “Padahal jalan ini akses utama warga Kelurahan Gundi, termasuk RT 01, RT 02, dan RT 09. Tanpa jalan ini, warga harus melalui jalan kampung yang sulit dilalui kendaraan roda empat,” ujarnya.

Menurut Hesti, usulan perbaikan jalan sebenarnya sudah diajukan ke pihak kelurahan dan sempat disurvei. Namun, realisasi perbaikan terhambat karena lebar jalan yang mencapai 3–4,5 meter dianggap bukan kewenangan Pemkot Surabaya, melainkan Pemprov Jawa Timur.

Tak hanya masalah jalan, warga juga meminta agar perbaikan saluran selokan dilakukan bersamaan dengan proyek paving. Selama ini warga terpaksa memperbaiki selokan secara swadaya untuk mencegah banjir. “Kami ingin ada perbaikan menyeluruh agar lingkungan lebih tertata dan tidak lagi jadi langganan genangan,” tambah Hesti.

Di samping itu, warga juga mendesak pemasangan CCTV di kawasan tersebut. Lokasi strategis yang menghubungkan ke Ndupak Krosir dan Jalan Semarang ini kerap dijadikan jalur pelarian pelaku kejahatan dan tempat parkir sembarangan. “CCTV penting untuk keamanan lingkungan sekaligus memantau kendaraan yang parkir liar,” kata Hesti.

Menanggapi aspirasi tersebut, Budi Leksono menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan keluhan warga Margorukun. “Kehadiran kami sebagai wakil rakyat bukan hanya untuk mendengar, tapi juga membawa solusi. Insya Allah, kami siap membantu dan menindaklanjuti aspirasi warga,” tegasnya.

Harapan warga kini tertuju pada pemerintah agar segera turun tangan. Perbaikan jalan, saluran selokan, dan pemasangan CCTV diyakini akan mempermudah akses sekaligus meningkatkan keamanan masyarakat di sekitar Margorukun Gundi.

(Redaksi)

Editor : Redaksi