Surabaya, — jurnalperistiwa.id,Rasa kehilangan yang mendalam menyelimuti keluarga, sahabat, dan masyarakat luas atas meninggalnya Affan Kurniawan (29), seorang pengemudi ojek online (ojol) yang tewas tragis dalam aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis (28/8). Affan meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis milik Brimob saat situasi memanas di tengah kericuhan massa.
Peristiwa memilukan ini menyentuh hati banyak pihak. Affan dikenal sebagai sosok pekerja keras, ramah, dan tak segan membantu sesama. Kepergiannya menyisakan luka bagi rekan-rekan sejawat dan komunitas ojek online yang selama ini menjadi keluarganya di jalanan ibu kota.
Sebagai bentuk solidaritas dan empati, Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur menginisiasi doa bersama untuk mendiang Affan. Acara akan digelar pada Minggu malam (31/8), pukul 20.00 WIB di Taman Apsari, Surabaya. Kegiatan ini terbuka untuk umum dan mengundang masyarakat dari berbagai latar belakang untuk hadir, mendoakan, dan merenungkan arti kehilangan seorang warga biasa yang gugur dalam dinamika demokrasi.
Ketua MAKI Jatim, Heru Satrio menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya bentuk belasungkawa, tetapi juga seruan moral agar keselamatan warga sipil dijunjung tinggi dalam setiap aksi unjuk rasa.
“Affan adalah simbol dari rakyat kecil yang mencari nafkah di tengah kerasnya kota. Kematian tragisnya adalah pengingat bagi kita semua: bahwa nyawa manusia tidak boleh jadi korban dalam proses demokrasi,” ujarnya.
Suasana haru diperkirakan akan menyelimuti Taman Apsari malam itu, dengan doa lintas agama, penyalaan lilin, serta pembacaan puisi dan testimoni dari rekan-rekan sejawat Affan.
Meninggalnya Affan bukan hanya duka bagi keluarganya, melainkan juga luka bagi nurani bangsa. Semoga kehadiran banyak pihak dalam doa bersama ini bisa menjadi penguat bagi keluarga yang ditinggalkan, serta pengingat bagi negara agar tragedi serupa tidak kembali terulang.(red)
Editor : Redaksi