Surabaya – jurnalperistiwa.id, Senin (25/8/2025) malam, suasana hangat kebersamaan terasa di Pendopo Kantor Kecamatan Simokerto, Jl. Tambakrejo VI No. 2. Sejumlah perguruan pencak silat di wilayah Kecamatan Simokerto bersama unsur Forkopimka menggelar Deklarasi Damai sebagai langkah nyata menciptakan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Acara yang berlangsung sejak pukul 19.30 WIB ini dihadiri langsung oleh Camat Simokerto, Kapolsek Simokerto, Danramil Simokerto, Kasi Trantib Kecamatan, perwakilan MUI dan MWCNU Simokerto, jajaran LPMK, Karang Taruna, Satpol PP, serta staf kecamatan. Turut hadir pula jajaran Polsek dan Koramil setempat.
Dari unsur perguruan silat, hadir perwakilan dari PSHT, Kera Sakti, Pagar Nusa, Tapak Suci, Persinas Asad, hingga Perguruan Pencak Silat Tradisional. Mereka bersama-sama menyatakan komitmen menjaga persaudaraan, menghindari gesekan, serta meneguhkan silaturahmi antarperguruan.
Camat Simokerto Noervita Amin, SH, M.Si. dalam sambutannya menegaskan pentingnya persatuan dalam menjaga kondusivitas wilayah. “Pencak silat bukan hanya olahraga bela diri, tetapi juga warisan budaya dan sarana membangun karakter. Mari kita jadikan kebersamaan ini sebagai langkah awal menciptakan keamanan dan kedamaian di Simokerto,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kapolsek dan Danramil Simokerto mengapresiasi deklarasi damai ini. Mereka menekankan bahwa persatuan antarperguruan silat akan sangat membantu aparat dalam menciptakan suasana yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Deklarasi damai ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh seluruh perwakilan perguruan silat, disaksikan langsung oleh Forkopimka Simokerto. Momen ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam mempererat persaudaraan, serta menjadi contoh bagi wilayah lain di Surabaya.(red)
Editor : Redaksi