Pokja 1 TP PKK Desa Grajagan Gelar Simulasi Bertema Pernikahan Dini, Dorong Inovasi Remaja Berdaya

Tim TP PKK Desa Grajagan dan Tim Dewan Juri TP PKK Kabupaten Banyuwangi tengah berfoto bersama usai gelar Simulasi Pokja 1 dengan mengangkat tema “Pernikahan Dini” melalui inovasi “Remaja Berdaya”, Rabu (16/9/2026).
Tim TP PKK Desa Grajagan dan Tim Dewan Juri TP PKK Kabupaten Banyuwangi tengah berfoto bersama usai gelar Simulasi Pokja 1 dengan mengangkat tema “Pernikahan Dini” melalui inovasi “Remaja Berdaya”, Rabu (16/9/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Grajagan menggelar Simulasi Pokja 1 dengan mengangkat tema “Pernikahan Dini” melalui inovasi “Remaja Berdaya”, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Desa Grajagan tersebut dipimpin oleh Ketua Tim TP PKK Desa Grajagan, Novita Watini, serta dihadiri tim penilai atau dewan juri dari TP PKK Kabupaten Banyuwangi.

Dalam simulasi tersebut, tim TP PKK Desa Grajagan juga menggelar lomba parodi bertema “Remaja Berdaya”. Melalui penyampaian yang kreatif dan edukatif, parodi tersebut menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan pesan kepada generasi muda mengenai pentingnya mempersiapkan masa depan dan memahami berbagai dampak pernikahan di usia dini.

Ketua Tim TP PKK Desa Grajagan, Novita Watini, mengatakan kegiatan Simulasi Pokja 1 menjadi momentum bagi TP PKK untuk meningkatkan kepedulian terhadap persoalan yang dihadapi remaja, khususnya terkait pernikahan dini.

"Kami berharap melalui inovasi ini, para remaja semakin memiliki wawasan, keberanian untuk merencanakan masa depan, serta mampu mengambil keputusan yang positif. Kami juga berpesan kepada para remaja agar terus belajar, mengembangkan potensi dan tidak terburu buru mengambil keputusan untuk menikah sebelum benar benar siap," Ujarnya.

Menurutnya, pencegahan pernikahan dini membutuhkan keterlibatan bersama, mulai dari keluarga, lingkungan sekolah, masyarakat hingga organisasi kemasyarakatan. Karena itu, edukasi kepada remaja perlu dilakukan dengan pendekatan yang menarik sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diterima.

Sementara itu, Laili, Sekretaris Dewan Juri TP PKK Kabupaten Banyuwangi, menyampaikan bahwa kegiatan simulasi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan dengan inovasi yang kreatif dan edukatif, pesan yang disampaikan kepada remaja hendaknya mudah di pahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, kami juga berpesan agar seluruh kader terus memberikan pendampingan dan edukasi kepada generasi muda lainya," Katanya.

Ia menambahkan, kreativitas melalui parodi dapat menjadi media komunikasi yang efektif untuk menyampaikan isu sosial kepada masyarakat, khususnya kalangan remaja.

Melalui kegiatan Simulasi Pokja 1 dengan inovasi “Remaja Berdaya”, TP PKK Desa Grajagan diharapkan semakin memperkuat peran keluarga dan masyarakat dalam memberikan edukasi kepada generasi muda, sehingga remaja dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, berprestasi, serta mampu merencanakan masa depan dengan lebih matang. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi