BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kapolsek Bangorejo IPTU Wahid Hasyim Basri, S.H., M.H., menyiapkan sejumlah prioritas pada 100 hari pertama memimpin Polsek Bangorejo. Penguatan pelayanan masyarakat, pengaturan lalu lintas, patroli, hingga penyelesaian tunggakan perkara menjadi perhatian utama.
IPTU Wahid Hasyim Basri mengatakan, pelayanan pagi melalui program Commander Wish akan dioptimalkan. Personel akan diperkuat di sejumlah perempatan serta kawasan sekolah yang memiliki aktivitas lalu lintas cukup padat.
“Pengaturan lalu lintas kami tingkatkan, terutama pada jam-jam masyarakat beraktivitas dan anak sekolah masuk. Titik-titik yang selama ini membutuhkan kehadiran anggota akan kami tambah personelnya,” kata IPTU Wahid Hasyim Basri saat ditemui di Polsek Bangorejo, Senin (14/9/2026).
Selain lalu lintas, pembenahan menyasar layanan administrasi kepolisian. Polsek Bangorejo akan meningkatkan pelayanan pengaduan dan laporan kehilangan. Untuk penerbitan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), layanan masih terpusat di Polresta Banyuwangi.
Ia juga menyoroti penggunaan badan jalan untuk kegiatan masyarakat. Menurut dia, kegiatan yang memanfaatkan jalan harus tetap memperhatikan akses pengguna jalan lainnya.
“Kami akan memberikan edukasi agar penggunaan badan jalan tidak sampai menutup akses umum secara total. Kalau ada kegiatan masyarakat, kami koordinasikan dengan pihak terkait supaya aktivitas tetap berjalan tanpa mengganggu kepentingan pengguna jalan,” ujarnya.
Selesaikan Tunggakan Perkara
Di bidang penegakan hukum, IPTU Wahid Hasyim Basri memilih pendekatan yang tidak bertumpu pada jumlah penangkapan. Penyelesaian perkara yang masih menjadi tunggakan akan dilakukan dengan tetap mempertimbangkan kehadiran polisi yang memberi rasa aman bagi masyarakat.
“Penegakan hukum bukan hanya soal berapa banyak orang yang ditangkap. Yang lebih penting, perkara yang menjadi tunggakan bisa diselesaikan dan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian dari agenda awal kepemimpinannya. Wahid berencana mendatangi langsung tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, hingga perguruan silat di wilayah Bangorejo.
Pertemuan tersebut tidak sekadar untuk membangun komunikasi. Polsek Bangorejo ingin mendapatkan informasi lebih awal mengenai persoalan yang berpotensi berkembang menjadi konflik.
“Kami ingin komunikasi dua arah. Tidak hanya polisi yang menyampaikan informasi, tetapi masyarakat juga bisa menyampaikan persoalan yang mereka lihat di lingkungannya,” katanya.
Menurut dia, deteksi dini menjadi penting untuk menjaga situasi keamanan tetap terkendali. Kondisi wilayah yang aman dan tertib juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi masyarakat.
Patroli di Titik Rawan
Dalam 100 hari pertama, intensitas patroli akan ditingkatkan, terutama di objek vital serta lokasi yang rawan kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas.
Pembinaan dan edukasi tetap dikedepankan. Pengendara akan diingatkan mengenai ketertiban berlalu lintas, termasuk kewajiban membawa dan melengkapi surat-surat kendaraan.
“Kami ingin masyarakat tertib karena memahami aturan, bukan semata-mata karena takut ditindak. Edukasi tetap kami kedepankan, tetapi penegakan hukum tetap dilakukan ketika ditemukan pelanggaran,” pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi