BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – SMP Negeri 2 Gambiran menyelenggarakan rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H secara khidmat, Sabtu (12/9/2026). Kegiatan yang dipusatkan di aula sekolah tersebut mengangkat tema "Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Menguatkan Karakter Pelajar yang Beriman, Berilmu, dan Berakhlak Mulia", sejalan dengan upaya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai religius di lingkungan satuan pendidikan.
Rangkaian acara diawali dengan pelepasan pawai taaruf oleh Kepala SMPN 2 Gambiran, Kusumastuti, M.Pd., ditandai dengan pengibaran bendera tanda dimulainya pawai di depan kendaraan pembuka barisan. Ratusan peserta didik kemudian berjalan mengelilingi rute di sekitar sekolah sambil membawa endog-endogan, artefak budaya berupa hiasan telur warna-warni khas tradisi masyarakat Bumi Blambangan yang menjadi daya tarik utama sepanjang perjalanan sekaligus representasi kearifan lokal (local wisdom).
Usai pawai, seluruh peserta kembali ke aula untuk mengikuti acara inti. Para peserta dengan tertib mengikuti lantunan selawat dan tausiah yang disampaikan dalam suasana khusyuk sebagai bagian dari proses internalisasi nilai keagamaan.
Salah satu momen yang paling dinantikan dalam acara tersebut adalah pemberian santunan kepada anak yatim yang diserahkan langsung oleh Kepala SMPN 2 Gambiran. Pihak sekolah menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi nilai kepedulian sosial (social empathic value) sekaligus wujud pendidikan karakter berbasis kepedulian terhadap kaum duafa dan anak yatim, yang diajarkan Rasulullah SAW.
Kepala SMPN 2 Gambiran, Kusumastuti, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak boleh berhenti pada aspek seremonial semata, melainkan harus berdampak nyata terhadap pembentukan karakter peserta didik secara berkelanjutan.
"Kami ingin peserta didik tidak hanya memperingati, tetapi benar-benar menginternalisasi dan mengaktualisasikan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. Pawai taaruf, endog-endogan, hingga santunan kepada anak yatim ini merupakan media edukatif untuk menanamkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, sekaligus mensyiarkan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat sekitar," ujarnya di hadapan seluruh warga sekolah.
Ratusan peserta didik SMPN 2 Gambiran mengikuti pawai ta'aruf sembari membawa Endog-endogan, hiasan telur warna-warni khas tradisi Bumi Blambangan.
Ia menambahkan, tradisi endog-endogan sengaja dilestarikan sebagai upaya preservasi kearifan lokal yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman, sesuai prinsip akulturasi budaya dan agama.
"Filosofi telur dalam tradisi tersebut merepresentasikan simbol kelahiran dan harapan baru, sejalan dengan semangat memperingati kelahiran Rasul sebagai pembawa rahmat bagi seluruh alam," tuturnya.
Rangkaian kegiatan Maulid Nabi di SMPN 2 Gambiran itu ditutup dengan harapan agar semangat keteladanan Rasulullah SAW, termasuk kepedulian terhadap sesama, dapat terinternalisasi secara berkelanjutan dalam kepribadian peserta didik, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi