Maulid Nabi Jadi Momentum Berbagi, Mashuri Santuni Tujuh Yatim Piatu

Mashuri, Advokat asal Desa Kembiritan memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al-Hasyimi Tebu Indah, Desa Kembiritan, Selasa malam (8/9/2026).
Mashuri, Advokat asal Desa Kembiritan memberikan santunan kepada sejumlah anak yatim piatu dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al-Hasyimi Tebu Indah, Desa Kembiritan, Selasa malam (8/9/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kepedulian terhadap anak yatim ditunjukkan Mashuri, S.H., M.H., M.Kn., C.Me., dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Musholla Al Hasyimi Tebu Indah, Dusun Tebuan, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Selasa malam (8/9/2026).

Advokat asal Desa Kembiritan tersebut memberikan santunan kepada tujuh anak yatim piatu dalam rangkaian kegiatan keagamaan tersebut. Mashuri yang tergabung dalam Kantor Hukum Punokawan hadir bersama sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga sekitar.

Bagi Mashuri, momentum Maulid Nabi tidak sebatas menjadi kegiatan untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW. Nilai keteladanan Nabi juga perlu diterjemahkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan berbagi dan memberikan perhatian kepada anak yatim.

“Santunan ini mungkin sederhana, tetapi kami berharap dapat memberikan manfaat dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim. Semangat berbagi seperti ini merupakan bagian dari upaya kita meneladani Rasulullah SAW,” ujar Mashuri.

Ia berharap kegiatan sosial semacam itu dapat terus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat. Menurutnya, kepedulian terhadap sesama perlu dibangun bersama agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Kami ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti pada momentum Maulid Nabi saja. Kepedulian kepada anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan harus terus dijaga sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat,” imbuhnya.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Cinta kepada Rasulullah tidak cukup diucapkan lewat lisan, tapi perlu dibuktikan lewat akhlak dan amal nyata sehari-hari.” Pesan tersebut turut diwujudkan melalui pemberian santunan kepada tujuh anak yatim piatu.

Peringatan Maulid Nabi di Musholla Al Hasyimi Tebu Indah dihadiri Kepala Desa Kembiritan Sukamto, KH. Mahrus Ali selaku Pengasuh Ponpes Baitul Husnan Benculuk, Advokat Mashuri dan Partner, tokoh agama, tokoh masyarakat serta warga sekitar.

Dalam tausiahnya, KH. Mahrus Ali mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup diwujudkan melalui ucapan. Kecintaan tersebut perlu diterapkan melalui akhlak dan amal nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keteladanan Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan dengan menjaga kejujuran, mempererat persaudaraan, menghormati sesama hingga membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Warga diminta berhati-hati ketika membakar sampah maupun melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan yang dibarengi aksi sosial seperti santunan anak yatim terus dipertahankan. Kegiatan tersebut dinilai mampu mempererat silaturahmi sekaligus menumbuhkan kepedulian dan semangat gotong royong.

Santunan kepada tujuh anak yatim piatu menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi tersebut. Bagi Mashuri, kegiatan itu menjadi momentum untuk mengubah pesan tentang kecintaan kepada Rasulullah SAW menjadi kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi