Rumah Warga Rusak Imbas Sound Horeg, Panitia Karnaval Genteng Siap Ganti Rugi

Kepala Desa Genteng Wetan, H.M. Sukri beserta Ketua Panitia Kegiatan Peringatan HUT Ke-81 RI Kecamatan Genteng, Nur Salim, dan Babinsa Genteng Wetan menyambangi salah satu rumah warga yang terdampak akibat gelaran Parade Sound Horeg, Minggu (30/8/2026).
Kepala Desa Genteng Wetan, H.M. Sukri beserta Ketua Panitia Kegiatan Peringatan HUT Ke-81 RI Kecamatan Genteng, Nur Salim, dan Babinsa Genteng Wetan menyambangi salah satu rumah warga yang terdampak akibat gelaran Parade Sound Horeg, Minggu (30/8/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Panitia penyelenggara rangkaian HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Genteng bergerak cepat setelah sejumlah rumah warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan mengalami kerusakan akibat getaran Parade Sound Horeg dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 RI, Minggu (30/8/2026).

Ketua panitia bersama Kepala Desa Genteng Wetan, jajaran Koramil dan Polsek Genteng mendatangi langsung rumah warga terdampak. Mereka melakukan pengecekan sekaligus memastikan kerusakan yang muncul akan menjadi tanggung jawab panitia.

Dari pendataan di lapangan, kerusakan yang ditemukan cukup beragam. Sejumlah genteng dilaporkan rontok. Ada pula bagian dinding yang mengalami retak hingga kaca jendela pecah.

Panitia memastikan penanganan kerusakan dilakukan berdasarkan kondisi di lapangan. Penyelesaian dengan warga juga akan ditempuh secara kekeluargaan.

Respons tersebut mendapat apresiasi dari Camat Genteng, Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si. Menurut dia, panitia menunjukkan respons cepat terhadap keluhan warga setelah kegiatan berlangsung.

“Saya sangat mengapresiasi jajaran panitia yang responsif terhadap laporan warga terkait dampak yang ditimbulkan pascakegiatan karnaval sound di Kecamatan Genteng,” kata Khoirul, ketika dihubungi via Pesan Whatsapp, Senin (31/8/2026).

Dia menambahkan, selama pelaksanaan, panitia bersama petugas keamanan mampu mengatur peserta dan masyarakat. Pengamanan tersebut membuat rangkaian acara berjalan tertib hingga selesai.

“Selama pelaksanaan kegiatan, panitia juga sangat kompak dalam mengatur dan mengendalikan peserta maupun masyarakat sehingga acara berjalan aman, lancar, tertib, dan kondusif,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Genteng Wetan, H.M. Sukri menilai kegiatan karnaval juga memberikan dampak ekonomi bagi warga. Perputaran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkat karena banyaknya masyarakat yang hadir. Jasa parkir yang dikelola pemuda setempat juga ikut menghasilkan pemasukan.

Meski begitu, ia menegaskan keuntungan ekonomi tidak boleh mengesampingkan dampak yang muncul terhadap warga di sepanjang jalur karnaval. Kerusakan rumah akibat getaran sound horeg, kata dia, harus ditangani panitia.

“Alhamdulillah, UMKM banyak yang dagangannya habis. Pemuda yang mengelola parkir juga mendapat pemasukan sampai jutaan rupiah. Intinya, kalau ada kerusakan rumah warga yang dilewati sound horeg, itu harus ditanggung panitia,” tegasnya.

H. M. Sukri juga mengapresiasi langkah panitia yang menghentikan sementara aktivitas sound horeg menjelang waktu salat Magrib dan Isya. Menurutnya, jeda tersebut memberi kesempatan kepada warga dan peserta karnaval untuk menunaikan ibadah sebelum kegiatan kembali dilanjutkan.

Di sisi lain, dia juga kembali mengingatkan agar hiburan tidak bergeser menjadi ruang konsumsi minuman keras ataupun memicu benturan antarkelompok.

“Jangan sampai ajang ini dibuat untuk minum-minuman keras. Jangan sampai juga menjadi ajang tawuran,” pungkasnya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi