Bocah 7 Tahun Asal Purwoharjo Tenggelam di Sungai Setail, Jasadnya Ditemukan Terjepit Batu di Dasar Sungai

Petugas kepolisian bersama tenaga medis dan warga berada di rumah duka saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah bocah yang ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Setail, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Senin (24/8/2026).
Petugas kepolisian bersama tenaga medis dan warga berada di rumah duka saat melakukan pemeriksaan terhadap jenazah bocah yang ditemukan meninggal setelah tenggelam di Sungai Setail, Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, Senin (24/8/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – WZN (7), warga Desa Purwoharjo, Kecamatan Purwoharjo, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Setail yang terletak tidak jauh dari rumahnya pada Senin (24/8/2026). Jasad bocah perempuan itu ditemukan ayahnya bersama warga setelah sempat dilakukan pencarian.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.30 WIB. Saat itu, WZN mandi di sungai bersama temannya, K (7). Di tengah aktivitas tersebut, K melihat korban tenggelam.

K yang tidak mampu menolongnya segera berlari pulang. Dia lantas kemudian memberi tahu ayah korban, M, mengenai kejadian tersebut.

M bersama seorang warga langsung menuju lokasi. Keduanya menyisir aliran sungai untuk mencari WZN. Sekitar enam meter dari titik korban terakhir terlihat, mereka menemukan WZN dalam kondisi terjepit batu di dalam air.

Korban kemudian diangkat dan dibawa pulang. Petugas Polsek Purwoharjo bersama tenaga medis datang untuk melakukan pemeriksaan.

Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, S.H., mengatakan pemeriksaan luar tidak menemukan luka maupun tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari pemeriksaan luar, tidak ditemukan luka maupun tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata IPTU Agus.

Hasil pemeriksaan menunjukkan WZN meninggal akibat tenggelam. Kedalaman sungai di lokasi kejadian diperkirakan mencapai dua meter.

“Korban memang tenggelam saat mandi di sungai bersama temannya. Dari pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi lain,” ujar IPTU Agus.

Keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Mereka juga meminta jenazah tidak menjalani autopsi.

“Keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan meminta tidak dilakukan autopsi,” terang IPTU Agus.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi juga telah meminta keterangan saksi dan berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Purwoharjo terkait penanganan kejadian tersebut. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi