Siswi 14 Tahun Tewas Terlindas Truk di Jalur Lintas Selatan Glenmore

Petugas kepolisian melakukan penanganan di lokasi kecelakaan JLS Glenmore. Seorang siswi tewas setelah motor yang ditumpanginya masuk ke kolong truk Mitsubishi Fuso.
Petugas kepolisian melakukan penanganan di lokasi kecelakaan JLS Glenmore. Seorang siswi tewas setelah motor yang ditumpanginya masuk ke kolong truk Mitsubishi Fuso.

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Lintas Selatan (JLS) Glenmore, tepatnya di Dusun Sidodadi, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi, Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Seorang siswi berinisial AP (14), tewas setelah motor Honda Beat yang ditumpanginya masuk ke kolong truk Mitsubishi Fuso.

Kecelakaan tersebut melibatkan truk Mitsubishi Fuso P 8897 GJ yang dikemudikan S (63), warga Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember, dengan sepeda motor Honda Beat tanpa nomor polisi yang dikendarai E (14), warga Kecamatan Glenmore.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfian, S.H., CPHR., CBA., mengatakan kedua kendaraan melaju searah dari selatan. Saat berada di lokasi kejadian, E berusaha mendahului truk dari sisi kiri.

“Motor Honda Beat melaju dari arah selatan. Di depannya terdapat truk Mitsubishi Fuso yang melaju searah,” kata IPDA Tri Pepri.

Saat mencoba menyalip, jarak motor dengan truk terlalu dekat. Setang Honda Beat kemudian membentur bagian bodi truk. Benturan tersebut membuat motor kehilangan kendali hingga masuk ke kolong kendaraan berat tersebut.

Nahas, AP yang saat itu dibonceng E terjatuh dan terlindas roda truk. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat kecelakaan tersebut.

“Setelah membentur bodi truk, motor masuk ke kolong. Penumpangnya kemudian terlindas hingga meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar IPDA Tri Pepri.

Sementara itu, E mengalami sejumlah luka. Di antaranya lecet pada tangan dan kaki serta luka robek di bagian kepala. Dia langsung mendapat penanganan medis. Pengemudi truk dilaporkan tidak mengalami luka.

Petugas kepolisian bersama warga kemudian mengevakuasi korban ke RSU Bhakti Husada. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan.

IPDA Tri Pepri mengingatkan pengendara agar lebih berhati-hati saat hendak mendahului kendaraan berukuran besar. Jarak yang terlalu dekat, terutama di sisi kiri truk, dapat meningkatkan risiko kecelakaan karena terdapat area yang sulit terlihat pengemudi.

“Pengendara perlu memastikan kondisi lalu lintas dan jarak sebelum mendahului, terutama ketika berada di dekat kendaraan besar,” pungkas IPDA Tri Pepri. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi