Kades Dasri Tekankan Niat dan Manfaat dalam Pengabdian kepada Masyarakat

Kepala Desa Dasri, H. Mohammad Katiran berbincang dengan awak media dalam suasana santai di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas semangat pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.
Kepala Desa Dasri, H. Mohammad Katiran berbincang dengan awak media dalam suasana santai di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus membahas semangat pengabdian dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kepala Desa Dasri, H. Mohammad Katiran, S.E., S.H., menempatkan niat dan kebermanfaatan sebagai dua hal penting dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat. Hal itu disampaikan saat menerima silaturahmi awak media di Kantor Desa Dasri, Kamis (13/8/2026).

Katiran memiliki latar belakang akademis di bidang ekonomi dan hukum. Dia menyandang gelar sarjana ekonomi sekaligus sarjana hukum serta tercatat sebagai anggota Peradi.

Dalam menjalankan peran sebagai kepala desa, Katiran mengutip hadis innamal a'malu binniyat yang bermakna setiap perbuatan bergantung pada niatnya.

“Innamal a'malu binniyat. Sesungguhnya segala perbuatan tergantung pada niatnya,” kata Katiran.

Menurut dia, niat menjadi pijakan dalam setiap tindakan. Pengabdian kepada masyarakat tidak semata berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tujuan yang mendasari setiap langkah.

Katiran juga mengutip hadis khairunnasi anfa'uhum linnas yang bermakna sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling bermanfaat bagi orang lain.

“Khairunnasi anfa'uhum linnas. Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujarnya.

 

Mengukur Diri dari Manfaat

Katiran memaknai hadis tersebut sebagai pengingat bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh harta maupun jabatan. Ukurannya terletak pada kontribusi yang diberikan kepada lingkungan dan orang-orang di sekitarnya.

Manfaat itu, kata dia, dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk. Mulai dari berbagi pengetahuan, membantu tenaga, bersedekah, hingga menunjukkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

“Kemuliaan seseorang tidak diukur dari harta atau jabatan, melainkan dari seberapa besar kontribusi positifnya bagi orang di sekitarnya,” tutur Katiran.

Silaturahmi tersebut menjadi ruang komunikasi sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah desa dan insan pers. Latar belakangnya di bidang ekonomi dan hukum turut menjadi bagian dari perjalanan akademisnya dalam menjalankan tugas di pemerintahan desa. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi