Jaga Pesisir dari Abrasi, 107 Bibit Mangrove Ditanam di Kawasan Mangrove Jati Papak

Balai Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Forkopimka Tegaldlimo melakukan upaya pemulihkan ekosistem pesisir yang dilakukan di kawasan Resor Kucur, SPTN Wilayah II Muncar, Taman Nasional Alas Purwo, Selasa (11/8/2026).
Balai Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Forkopimka Tegaldlimo melakukan upaya pemulihkan ekosistem pesisir yang dilakukan di kawasan Resor Kucur, SPTN Wilayah II Muncar, Taman Nasional Alas Purwo, Selasa (11/8/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Upaya memulihkan ekosistem pesisir terus dilakukan di kawasan Resor Kucur, SPTN Wilayah II Muncar, Taman Nasional Alas Purwo. Sekitar 107 bibit mangrove ditanam secara bersama-sama di Kawasan Mangrove Jati Papak, Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Selasa (11/8/2026).

Penanaman tersebut melibatkan Balai Taman Nasional Alas Purwo, Perhutani KPH Banyuwangi Selatan, Forkopimka Tegaldlimo, serta sejumlah unsur masyarakat dan stakeholder. Kegiatan menjadi bagian dari Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak 2026 dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026.

Tiga jenis mangrove ditanam dalam kegiatan tersebut. Yakni Rhizophora mucronata, Rhizophora apiculata, dan Avicennia alba. Ketiganya dipilih untuk mendukung pemulihan vegetasi sekaligus memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir.

Kegiatan mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Gerakan tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE).

Kepala Balai Taman Nasional Alas Purwo, Probo Wresni Adji, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, termasuk Perhutani KPH Banyuwangi Selatan. Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam pemulihan kawasan konservasi yang mengalami degradasi.

“Melalui kolaborasi lintas sektor, kita menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan generasi muda untuk memulihkan kawasan konservasi dan hutan yang terdegradasi. Kami berharap sinergi untuk kelestarian alam ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan,” ujar Probo.

Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Selatan melalui Asper BKPH Blambangan, Hermawan Andi Siswono, mengatakan Perhutani mendukung penuh Gerakan Pemulihan Ekosistem Serentak 2026. Penanaman mangrove menjadi wujud kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan dan kawasan konservasi.

“Dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan, kita tidak bisa berjalan sendiri. Diperlukan dukungan pemerintah daerah, dinas terkait, Perhutani, pemerintah kecamatan dan desa, stakeholder, mahasiswa, serta seluruh elemen masyarakat,” ungkap Hermawan.

Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga memiliki nilai edukasi. Keterlibatan berbagai unsur diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian generasi muda dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Camat Tegaldlimo, Trisetia, bersama Kapolsek dan Danramil Tegaldlimo turut memberikan dukungan. Keberadaan hutan mangrove dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, termasuk membantu mengurangi risiko abrasi.

Penanaman mangrove diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Kolaborasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan keberlanjutan pemulihan ekosistem dan menjaga kawasan pesisir agar tetap memberikan manfaat ekologis bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi