Pak Bram di IWB Bershalawat: Pemerintah Butuh Kritik agar Tak Kehilangan Arah

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, M.Y. Bramuda, memberikan sambutannya dalam kegiatan IWB Bersama Masyarakat Bershalawat yang digelar di Dusun Tegalrejo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Jumat (7/8/
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, M.Y. Bramuda, memberikan sambutannya dalam kegiatan IWB Bersama Masyarakat Bershalawat yang digelar di Dusun Tegalrejo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Jumat (7/8/

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuwangi, M.Y. Bramuda, menegaskan bahwa pemerintahan membutuhkan ruang kontrol dari masyarakat. Pesan itu ia sampaikan saat menghadiri IWB Bersama Masyarakat Bershalawat bertema Untuk Banyuwangi Bersih dari Korupsi dan Terbebas dari Kerusakan Lingkungan Hidup di Dusun Tegalrejo, Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Jumat (7/8/2026).

Bramuda hadir mewakili Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang berhalangan karena memiliki agenda di Surabaya. Dalam sambutannya, pejabat yang akrab disapa Pak Bram itu mengawali dengan menyampaikan salam dari bupati kepada seluruh jamaah.

"Saya hadir mewakili Ibu Bupati Ipuk yang kebetulan tidak bisa hadir karena ada kegiatan di Surabaya. Beliau menitipkan salam untuk seluruh masyarakat yang hadir malam ini," ujarnya.

Di hadapan ratusan peserta, Bram juga mengungkapkan kedekatannya dengan aktivis Harimau Blambangan, M. Yunus Wahyudi, yang menjadi salah satu penggagas kegiatan bersama Info Warga Banyuwangi (IWB).

"Saya dengan Pak Yunus sudah lama berteman. Kami hanya berbeda sekat saja. Saya di birokrasi, beliaunya di luar birokrasi," katanya.

Menurut Bram, perbedaan posisi bukan menjadi penghalang untuk memiliki tujuan yang sama dalam membangun Banyuwangi. Justru, kata dia, keberadaan kelompok masyarakat sipil menjadi bagian penting dalam menjaga jalannya pemerintahan.

Ia menyebut sejumlah tokoh seperti M. Yunus Wahyudi, Abi Arbain dari IWB, hingga Amir Khan sebagai sosok yang konsisten menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Saya mengapresiasi orang-orang seperti Pak Yunus, Mas Abi IWB, dan Bang Amir Khan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari kontrol sosial yang dibutuhkan pemerintah," ucapnya.

Bram menegaskan, kritik dan pengawasan publik merupakan elemen yang tidak bisa dipisahkan dari tata kelola pemerintahan.

"Dalam sebuah pemerintahan memang diperlukan kontrol. Dengan begitu roda pemerintahan bisa terus berjalan dan tetap berada pada jalurnya," tegasnya.

Menutup sambutannya, Bram mengajak seluruh elemen masyarakat tetap menjaga ruang dialog antara pemerintah dan warga. Menurutnya, kritik yang disampaikan secara terbuka dan bertanggung jawab akan menjadi masukan berharga bagi pemerintah dalam menjalankan kebijakan. 

"Perbedaan pandangan itu biasa. Yang terpenting, semua memiliki tujuan yang sama, yakni Banyuwangi yang lebih baik," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi