BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga Surabaya menggelar Seminar Hasil Program Kerja di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, pada Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pengabdian mahasiswa sekaligus ajang penyampaian capaian program yang telah dilaksanakan selama masa KKN kepada pemerintah Kecamatan, pemerintah Desa, dan masyarakat, khususnya di Kecamatan Pesanggaran.
Acara dihadiri oleh Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi, S.Pd., Koordinator Pembimbing Kecamatan Pesanggaran Dr. Boedi Setiawan, MP., drh, Koordinator BBK 8 Kabupaten Banyuwangi Hari Soepriandono, Dosen Pembimbing Lapangan Dwi Retna Kumalaningrum, seluruh Kepala Desa se-Kecamatan Pesanggaran, serta mahasiswa dan mahasiswi peserta KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Surabaya.
Dalam sambutannya, Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi, S.Pd. secara resmi membuka seminar hasil tersebut. Ia memaparkan pentingnya pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.
"Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa sampah bukan sekadar limbah. Mahasiswa diharapkan mampu menjadi penggerak dan memberikan edukasi kepada masyarakat agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara berkelanjutan, Semoga ilmu dan inovasi yang telah diberikan selama KKN dapat terus dikembangkan oleh masyarakat maupun pemerintah desa," ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pembimbing Kecamatan Pesanggaran, Boedi Setiawan mengapresiasi dedikasi para mahasiswa yang telah melaksanakan berbagai program kerja di desa-desa wilayah Kecamatan Pesanggaran.
Ia berharap hasil kegiatan KKN tidak berhenti setelah masa pengabdian selesai, tetapi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah desa, Menurutnya, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat merupakan kunci dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ike Nurdian Febrianti selaku Koordinator Mahasiswa KKN-BBK 8 Universitas Airlangga Kecamatan Pesanggaran menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program kerja selama kegiatan berlangsung.
Ia mengatakan bahwa seluruh program yang dijalankan merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat setempat.
"Kami berharap program-program yang telah kami laksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan dapat terus dilanjutkan setelah kegiatan KKN berakhir. Terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Pesanggaran, seluruh Kepala Desa, dosen pembimbing, serta masyarakat yang telah menerima dan mendampingi kami selama menjalankan pengabdian ini," ungkapnya.
Seminar ini juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mempresentasikan berbagai program yang telah dilaksanakan, mulai dari pemberdayaan masyarakat, edukasi kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga pengembangan potensi desa. Melalui forum ini, pemerintah kecamatan dan para kepala desa memberikan masukan agar berbagai program yang dinilai bermanfaat dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, evaluasi program, serta penyerahan dokumentasi hasil kegiatan sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus komitmen Universitas Airlangga dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui program Belajar Bersama Komunitas (BBK).
Diharapkan, kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terjalin demi mewujudkan pembangunan yang inovatif, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi Kabupaten Banyuwangi. (Ikhsan/Hari.S)
Editor : Biro Banyuwangi