Bangunan Diatas Sempadan Sungai Tuai Sorotan, Sopir Dump Truk Keluhkan Akses Menyempit

Bangunan rangka kayu beratap seng tampak berdiri di tepi sungai di Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari yang menjadi sorotan karena diduga belum mengantongi izin dari KORSDA Bangorejo.
Bangunan rangka kayu beratap seng tampak berdiri di tepi sungai di Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari yang menjadi sorotan karena diduga belum mengantongi izin dari KORSDA Bangorejo.

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Bangunan yang berdiri di atas sempadan sungai di Dusun Mojoroto, Desa Tegalsari, Kecamatan Tegalsari, memicu keluhan warga dan sopir dump truk. Bangunan tersebut diduga belum mengantongi izin dari KORSDA Bangorejo.

Para sopir dump truk menilai keberadaan bangunan itu mempersempit satu-satunya akses menuju lokasi pengangkutan tanah urug. Kondisi tersebut menyulitkan kendaraan bertonase besar saat keluar masuk area.

"Aksesnya hanya satu, yaitu jalan ini. Dengan kondisi sekarang dan memasuki musim hujan, kami khawatir saat melintas karena ruang gerak kendaraan semakin sempit," ujar salah seorang sopir.

Mereka khawatir risiko kecelakaan meningkat ketika musim hujan tiba. Jalan yang semakin sempit dinilai tidak lagi memberikan ruang manuver yang cukup bagi kendaraan besar.

Keluhan juga disampaikan warga berinisial YT. Sebelumnya, ia berjualan di lokasi menggunakan tenda bongkar-pasang. Setelah bangunan berdiri, ia diminta berpindah ke sisi lain.

YT mengaku telah meminta penjelasan kepada petugas juru pengairan berinisial EI terkait legalitas bangunan tersebut. Namun, hingga kini ia belum memperoleh jawaban.

"Setelah bangunan itu berdiri, saya kembali mempertanyakan legalitasnya kepada juru pengairan, tetapi sampai sekarang belum ada penjelasan," katanya.

Hingga berita ini ditulis, status perizinan bangunan tersebut belum mendapat penjelasan resmi dari KORSDA Bangorejo.

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada salah satu pihak KORSDA Bangorejo berinisial ED. Awalnya, awak media diminta datang ke kantor KORSDA Bangorejo untuk memperoleh keterangan.

Namun, saat didatangi, yang bersangkutan tidak berada di tempat. Upaya menghubungi melalui sambungan telepon juga belum membuahkan respons.

Redaksi masih berupaya memperoleh klarifikasi dari KORSDA Bangorejo. Keterangan resmi akan dimuat sebagai bagian dari pemberitaan lanjutan agar informasi tersaji secara utuh. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi