BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Minggu pagi (26/7/2026) menjadi suasana yang berbeda bagi Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono, M.Si.. Jika pada hari kerja waktunya dihabiskan di ruang rapat dan meja birokrasi, akhir pekan justru dihabiskan oleh pria yang akrab disapa Yayan, berbaur dengan ratusan warga di lintasan Baperun 2026.
Menggunakan kaus olahraga bernomor peserta 0010, yayan berlari bersama Bupati Banyuwangi, Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, hingga masyarakat umum. Sesekali ia menyapa peserta, melayani ajakan swafoto, dan berbincang santai sebelum memasuki garis start di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.
Baperun 2026 sendiri merupakan inovasi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Banyuwangi yang menggabungkan konsep fun run dan charity. Tak hanya mengampanyekan gaya hidup sehat, kegiatan ini juga membawa pesan keselamatan berlalu lintas sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Sebanyak 929 peserta ambil bagian dalam event tersebut. Mereka menempuh rute sekitar 5,5 kilometer yang melintasi sejumlah ruas utama di jantung Kota Banyuwangi dengan titik start dan finis di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.
Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, Yayan menilai kegiatan seperti Baperun menjadi momentum untuk mendekatkan pemerintah dengan masyarakat dalam suasana yang lebih cair.
"Kesibukan pekerjaan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan kesehatan. Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa bertemu masyarakat dalam suasana yang lebih santai, sekaligus mengajak mereka membiasakan pola hidup sehat," ujar Yayan.
Menurutnya, konsep fun run yang dipadukan dengan aksi sosial membuat Baperun memiliki nilai lebih dibanding sekadar ajang olahraga.
"Setiap langkah yang kita tempuh hari ini bukan hanya untuk menjaga kebugaran, tetapi juga membawa semangat berbagi dan kepedulian. Saya berharap kegiatan seperti ini terus menjadi budaya di Banyuwangi," katanya.
Sejak pagi, kawasan depan Kantor Pemkab Banyuwangi dipenuhi peserta dari berbagai kalangan. Pelajar, aparatur sipil negara, komunitas lari, hingga keluarga mengikuti kegiatan dengan antusias. Bagi Yayan, pemandangan itu menunjukkan bahwa olahraga mampu menjadi ruang perjumpaan yang menyatukan masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi