BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Operasi pencarian korban perahu jurek terbalik di Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, kembali membuahkan hasil. Pada hari kedua pencarian, Selasa (21/7/2026), tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia. Korban diketahui berinisial S (43), warga Desa Purwoasri, Kecamatan Tegaldlimo.
Jenazah ditemukan sekitar pukul 13.40 WIB mengapung di perairan sekitar bibir Pantai Pelabuhan Grajagan. Tim gabungan yang terdiri atas Basarnas Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Polairud, Polsek Purwoharjo, serta nelayan setempat yang tengah memperluas area penyisiran segera mengevakuasi korban ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Grajagan untuk menjalani proses identifikasi.
Pihak keluarga memastikan identitas jenazah sebagai salah satu penumpang perahu jurek yang terbalik sehari sebelumnya saat hendak memasuki Pelawangan Grajagan usai melaut.
Pemeriksaan luar yang dilakukan tenaga medis Puskesmas Grajagan tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Atas permintaan keluarga, jenazah tidak diautopsi dan langsung diberangkatkan ke rumah duka untuk dimakamkan.
Kapolsek Purwoharjo, IPTU Agus Suhartono, S.H., mengatakan, pencarian dilakukan sejak pagi dengan melibatkan seluruh unsur yang tergabung dalam operasi SAR.
"Korban ditemukan pada hari kedua pencarian setelah tim menyisir kawasan pesisir dan perairan Pelabuhan Grajagan. Identitas korban sudah dipastikan oleh keluarga, selanjutnya jenazah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan," ujarnya.
Agus menambahkan, operasi pencarian belum dihentikan. Tim gabungan masih menyisir perairan Grajagan untuk mencari satu korban lain yang hingga kini belum ditemukan.
"Fokus kami sekarang adalah menemukan satu korban yang masih hilang. Pencarian akan terus dilakukan menyesuaikan kondisi cuaca dan arus di lokasi," katanya.
Dengan ditemukannya S, jumlah korban meninggal dalam musibah perahu jurek bertambah menjadi tiga orang. Sebelumnya, dua korban yakni, P dan J ditemukan meninggal dunia tidak lama setelah kapal yang mengangkut puluhan anak buah kapal itu terbalik akibat dihantam gelombang di kawasan Pelawangan Grajagan. Kini, satu korban lain dengan berinisial L masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim SAR gabungan. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi