Tabrak Motor yang Menyeberang, Mahasiswa Asal Situbondo Meninggal

Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP usai kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya seorang mahasiswa asal Situbondo, pada Senin (20/7/2026).
Petugas Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi melakukan olah TKP usai kecelakaan yang mengakibatkan tewasnya seorang mahasiswa asal Situbondo, pada Senin (20/7/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id - Kecelakaan lalu lintas merenggut nyawa seorang mahasiswa di Jalan Raya Banyuwangi–Situbondo, tepatnya di utara Grand Watu Dodol (GWD), Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Senin (20/7/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Korban berinisial OMTK (18), warga Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan kendaraan yang sedang menyeberang jalan.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban mengendarai Honda Vario bernopol P 2303 EW dari arah utara menuju selatan. Pada saat bersamaan, Honda Supra tanpa pelat nomor yang dikendarai R (34), warga Kecamatan Wongsorejo, bergerak dari sisi barat jalan menuju timur, kemudian masuk ke jalur selatan.

Jarak kedua kendaraan yang sudah berdekatan membuat benturan tidak terhindarkan. OMTK mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia setelah dievakuasi ke rumah sakit. R mengalami luka-luka, sedangkan balitanya yang berinisial IH (5), turut menjadi korban dalam insiden tersebut.

Unit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan saksi guna mengurai rangkaian peristiwa.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfian, S.H., CPHR., CBA., mengatakan, penyidik masih memeriksa sejumlah fakta di lapangan, termasuk posisi akhir kendaraan dan lintasan masing-masing pengendara sebelum benturan terjadi.

"Penyelidikan masih berlangsung. Keterangan saksi, hasil olah TKP, dan barang bukti akan kami sinkronkan untuk mengetahui rangkaian peristiwa secara utuh," ujar IPDA Tri Pepri Alfian. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi