Libur Sekolah Jadi Berkah, Omzet Pedagang Kantin Cluring Waterpark Ikut Melonjak

Menik, Pedagang di kantin Cluring Waterpark melayani pembeli di tengah ramainya kunjungan wisatawan pada hari terakhir libur sekolah, Minggu (12/7/2026).
Menik, Pedagang di kantin Cluring Waterpark melayani pembeli di tengah ramainya kunjungan wisatawan pada hari terakhir libur sekolah, Minggu (12/7/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Hari terakhir libur sekolah tak hanya dipadati wisatawan yang menghabiskan waktu di Cluring Waterpark. Momen tersebut juga membawa berkah bagi pelaku usaha mikro yang membuka lapak di kawasan wisata itu.

Salah satunya dirasakan Menik, pedagang di Kantin Cluring Waterpark. Sejak pagi hingga siang, warungnya nyaris tak pernah sepi pembeli. Pengunjung silih berganti memesan makanan ringan, mi instan, minuman, hingga camilan untuk mengisi waktu setelah berenang.

Menurut Menik, lonjakan pembeli mulai terasa sejak awal libur sekolah dan mencapai puncaknya pada Minggu (12/7/2026). Kondisi itu membuat omzet penjualannya meningkat dibanding hari biasa.

"Alhamdulillah ramai. Dari pagi pembeli terus berdatangan. Paling banyak yang dicari Pop Mie, gorengan, sosis bakar, es, dan minuman dingin," ujarnya.

Ia mengaku momentum libur sekolah menjadi periode yang paling dinantikan para pedagang. Tingginya jumlah pengunjung berdampak langsung terhadap perputaran usaha di area kantin.

Meski harus bekerja lebih sibuk untuk melayani pembeli, Menik mengaku senang karena pendapatannya ikut terdongkrak. Ia berharap kunjungan wisatawan tetap stabil, terutama saat akhir pekan maupun musim liburan berikutnya.

"Kalau ramai seperti ini tentu sangat membantu. Semoga pengunjung Cluring Waterpark terus banyak, supaya pedagang kecil seperti kami juga ikut merasakan manfaatnya," katanya.

Ramainya aktivitas tersebut menunjukkan bahwa geliat pariwisata tidak hanya menguntungkan pengelola objek wisata, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian pelaku UMKM yang menggantungkan penghasilan dari kunjungan wisatawan. Meningkatnya transaksi di warung-warung sekitar menjadi bukti bahwa sektor wisata memiliki efek berganda terhadap ekonomi masyarakat setempat. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi