Red Island Gandrung Surfing Dongkrak Ekonomi Pesisir, Pulau Merah Bersiap Sambut Peselancar Dunia

Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd (dua dari kiri) berfoto bersama di kawasan wisata Pulau Merahh, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (9/7/2026)
Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd (dua dari kiri) berfoto bersama di kawasan wisata Pulau Merahh, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Kamis (9/7/2026)

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Pulau Merah kembali bersiap menjadi panggung olahraga selancar kelas dunia. Red Island Gandrung Surfing 2026 yang akan digelar pada 18–19 Juli mendatang menjadi penyelenggaraan kelima sejak pertama kali dilaksanakan. Memasuki tahun kelima, ajang tersebut tidak hanya menjadi agenda olahraga internasional, tetapi juga pengungkit sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat pesisir.

Ribuan wisatawan diproyeksikan memadati kawasan wisata Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kehadiran peselancar dari berbagai negara dan daerah di Indonesia diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan okupansi homestay, usaha kuliner, UMKM, hingga jasa wisata lokal.

Karena itu, seluruh pemangku kepentingan mulai merapatkan barisan. Pemerintah Kecamatan Pesanggaran bersama pemerintah desa, Pokmas Wisata Pulau Merah, TNI-Polri, Lanal, Puslatpur Marinir, hingga pelaku usaha menggelar rapat koordinasi (Rakor) di kawasan wisata Pulau Merah, Kamis (9/7/2026), guna memastikan seluruh persiapan berjalan maksimal.

Camat Pesanggaran, Didik Eko Wahyudi, S.Pd mengatakan, memasuki penyelenggaraan kelima, Red Island Gandrung Surfing telah berkembang menjadi salah satu agenda wisata olahraga yang dinantikan setiap tahun.

"Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia bahkan dari sejumlah negara. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama agar penyelenggaraannya sukses dan memberikan kesan terbaik bagi para tamu yang datang ke Pulau Merah," ujarnya.

Menurut Didik, pemerintah kecamatan sejak awal terus mengawal persiapan bersama lintas sektor. Kolaborasi tersebut melibatkan pemerintah desa, TNI, Polri, Lanal, Marinir, hingga perusahaan yang beroperasi di Kecamatan Pesanggaran.

"Semangatnya adalah gotong royong. Semua mengambil peran sesuai kapasitasnya, baik dalam dukungan penyelenggaraan maupun pembiayaan. Ini menjadi bukti bahwa event ini adalah milik bersama," katanya.

Di sisi lain, Red Island Gandrung Surfing juga menjadi panggung bagi atlet selancar lokal. Saat ini Pulau Merah memiliki sekitar 15 peselancar binaan yang telah menorehkan prestasi di tingkat provinsi maupun nasional.

"Kami ingin atlet-atlet lokal mendapat kesempatan tampil di rumah sendiri. Mereka sudah memiliki pelatih bersertifikat dan kemampuan yang terus berkembang. Harapannya, dari Pulau Merah akan lahir peselancar-peselancar yang mampu bersaing di level internasional," imbuh Didik.

Ia berharap penyelenggaraan event mampu memperkuat citra Pulau Merah sebagai destinasi selancar unggulan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Mari kita rawat alam Pulau Merah bersama-sama. Keindahan ini adalah modal utama pariwisata yang harus tetap terjaga agar bisa dinikmati generasi mendatang," pesannya.

Ketua Pokmas Wisata Pulau Merah, Poniran, yang akrab disapa Pak Rake, mengatakan rapat koordinasi menjadi langkah awal menyatukan komitmen seluruh pihak menjelang pelaksanaan event kelima tersebut.

"Rakor ini untuk memastikan semua unsur memiliki persepsi yang sama. Kami ingin penyelenggaraan Red Island Gandrung Surfing tahun ini lebih baik dibanding empat penyelenggaraan sebelumnya," ungkapnya.

Menurut Poniran, konsistensi penyelenggaraan selama lima tahun membuktikan Pulau Merah mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi selancar unggulan Banyuwangi yang diakui di tingkat nasional maupun internasional.

"Setiap ada event besar, perputaran ekonomi masyarakat ikut meningkat. Pelaku UMKM, usaha kuliner, pengelola homestay, hingga pelaku jasa wisata selalu merasakan dampaknya. Itulah yang ingin terus kami jaga," jelasnya.

Ia menambahkan, nama Gandrung Surfing sengaja dipilih sebagai identitas yang memadukan olahraga selancar dengan budaya khas Banyuwangi.

"Gandrung adalah simbol kebanggaan Banyuwangi. Ketika dipadukan dengan surfing, lahirlah identitas yang membedakan Pulau Merah dengan destinasi selancar lainnya. Kami berharap pemerintah terus memberikan dukungan agar event ini semakin besar dan mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi