Kurang Antisipasi Jarak Aman, Kecelakaan Beruntun di Srono Tewaskan Pemotor

Petugas melakukan olah TKP Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Srono, Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Jumat (12/6/2026).
Petugas melakukan olah TKP Kecelakaan beruntun di Jalan Raya Srono, Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Jumat (12/6/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan dua sepeda motor dan sebuah sepeda gayung terjadi di Jalan Raya Srono, Dusun Krajan, Desa Parijatah Kulon, Kecamatan Srono, Banyuwangi, Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 05.15 WIB. Peristiwa ini mengakibatkan seorang pemotor meninggal dunia, sementara dua pengguna jalan lainnya mengalami luka ringan.

Korban meninggal berinisial K (58), warga Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Saat kejadian, ia mengendarai sepeda motor Yamaha Vega bernopol P 4324 RK. Korban mengalami luka serius di bagian kepala dan meninggal dunia di lokasi kejadian sebelum dievakuasi ke RSUD Genteng.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat Yamaha Vega yang dikendarai korban dan sepeda gayung yang dikendarai S (74), warga Kecamatan Srono, melaju searah dari barat ke timur. Setibanya di lokasi, diduga karena jarak antar kendaraan terlalu dekat, keduanya terlibat tabrakan.

Tak lama kemudian, dari arah yang sama melaju sepeda motor Honda Scoopy bernopol P 2291 QAF yang dikendarai NK (18), warga Kecamatan Kalibaru. Diduga karena jarak pandang yang terbatas pada pagi hari, pengendara Scoopy tidak sempat menghindar dan menabrak Yamaha Vega yang telah terlibat kecelakaan.

Akibat kejadian tersebut, S dan NK hanya mengalami luka lecet dan telah mendapatkan penanganan medis.

Ketika dihubungi via whatsapp, Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfiyan, S.H., CPHR., CBA., mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

"Dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, benturan awal terjadi antara sepeda motor Yamaha Vega dan sepeda gayung yang melaju searah. Selanjutnya kendaraan lain yang berada di belakang ikut terlibat sehingga terjadi kecelakaan beruntun. Untuk penyebab pastinya masih kami dalami," ujarnya.

Petugas yang datang di lokasi kejadian melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta meminta keterangan sejumlah saksi. Dugaan sementara, kecelakaan dipicu kurangnya antisipasi jarak aman dan terbatasnya pandangan pada kondisi pagi hari.

Lebih lanjut, IPDA Tri Pepri Alfiyan juga mengimbau pengguna jalan untuk selalu menjaga jarak aman, menyesuaikan kecepatan kendaraan, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi penerangan belum optimal.

"Jaga jarak aman dan tetap fokus saat berkendara. Kecelakaan sering terjadi karena pengendara terlambat mengantisipasi situasi di depannya," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Redaksi