Nekat Salip Truk di Jalur Nasional, Pengendara Motor Tewas Terlindas di Genteng

Diduga gagal mendahului kendaraan di depannya, seorang pemotor tewas setelah bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan dan tertindas truk di, Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Rabu (10/6/2026).
Diduga gagal mendahului kendaraan di depannya, seorang pemotor tewas setelah bertabrakan dengan motor dari arah berlawanan dan tertindas truk di, Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Rabu (10/6/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Upaya mendahului kendaraan di depan diduga tidak memperhitungkan kondisi lalu lintas berujung tragedi di Jalan Raya Banyuwangi–Jember, tepatnya di Dusun Krajan II, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Rabu (10/6/2026) sekitar pukul 16.10 WIB. Seorang pemotor meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan dengan kendaraan dari arah berlawanan dan terlindas truk tronton.

Korban berinisial AFR (32), warga Kecamatan Gambiran, mengendarai Honda Vario 125 warna putih. Saat melaju dari arah barat menuju timur, korban berada di belakang sebuah truk tronton yang melintas di jalur nasional tersebut.

Menurut hasil penyelidikan awal, AFR diduga berupaya mendahului truk di depannya. Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju Honda Vario 125 yang dikendarai NAM (23), sehingga tabrakan depan tidak dapat dihindari.

Benturan keras membuat AFR terjatuh ke sisi kiri jalan dan kemudian terlindas roda truk yang sedang melaju. Korban mengalami luka berat di bagian kepala, perut, serta patah tulang terbuka pada kaki dan meninggal dunia di lokasi kejadian. Sementara NAM mengalami luka robek pada gusi dan luka di telapak tangan kanan sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Genteng untuk mendapatkan perawatan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi, IPDA Tri Pepri Alfiyan, S.H., CPHR., CBA., mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh penyebab kecelakaan. Namun berdasarkan keterangan saksi dan hasil olah TKP, dugaan sementara kecelakaan dipicu oleh manuver mendahului yang tidak aman.

"Dugaan sementara, pengendara sepeda motor melakukan upaya mendahului kendaraan di depannya tanpa memastikan kondisi jalur dari arah berlawanan sehingga terjadi benturan. Kami masih mendalami seluruh fakta di lapangan untuk melengkapi proses penyelidikan," jelasnya.

Petugas kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara, mengamankan kendaraan yang terlibat, serta memeriksa sejumlah saksi untuk melengkapi proses penyelidikan dan memastikan penyebab pasti kecelakaan.

Lebih lanjut, IPDA Tri Pepri Alfiyan juga mengimbau masyarakat agar selalu mengedepankan keselamatan saat berkendara dan tidak memaksakan diri melakukan manuver yang berisiko.

"Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas, memastikan kondisi benar-benar aman sebelum mendahului. Keselamatan harus menjadi prioritas utama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi," pungkasnya. (Ikhsan/Deni)

Editor : Redaksi