Sertifikasi Kompetensi Jadi Momentum Penguatan SDM Penyuluhan Pertanian

Sebanyak 71 penyuluh pertanian dari Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Survailen Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan di Kantor BPP Rogojampi, Sabtu (6/6/2026).
Sebanyak 71 penyuluh pertanian dari Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Survailen Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan di Kantor BPP Rogojampi, Sabtu (6/6/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Sebanyak 71 penyuluh pertanian dari Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Survailen Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan oleh Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Provinsi Jawa Timur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rogojampi, Banyuwangi, pada 6–8 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penguatan sumber daya manusia (SDM) penyuluhan pertanian dalam menghadapi tantangan sektor agraria yang terus berkembang. Para peserta terdiri atas penyuluh yang belum memiliki sertifikat kompetensi maupun mereka yang melakukan perpanjangan sertifikat kompetensi.

Dalam pelaksanaan sertifikasi, peserta menjalani asesmen untuk mengukur kemampuan dan profesionalitas dalam menjalankan tugas penyuluhan. Kompetensi yang diujikan meliputi kemampuan meningkatkan sikap, keterampilan, dan pengetahuan petani melalui kegiatan pendampingan dan penyuluhan di lapangan.

Koordinator BPP Rogojampi, Feby Cahayaningrum, mengatakan bahwa peningkatan kapabilitas penyuluh menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

"Petani membutuhkan pendampingan yang berkualitas agar mampu menghadapi berbagai perubahan dan tantangan di sektor pertanian. Oleh karena itu, penyuluh juga harus memiliki kompetensi yang sesuai standar dan terus ditingkatkan," ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi kompetensi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan menjadi bentuk legitimasi atas kemampuan profesional penyuluh dalam memberikan layanan kepada petani.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendampingan kepada petani, memperkuat transfer teknologi pertanian, serta mendukung percepatan pembangunan pertanian di daerah.

Dengan semakin banyak penyuluh yang tersertifikasi, kualitas layanan penyuluhan diharapkan semakin baik sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani. (Tim)

Editor : Redaksi