BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Program pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) Camping Embun yang digelar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Banyuwangi di Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, pada 3–4 Juni 2026, mencatat hasil menggembirakan. Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak 915 dokumen kependudukan berhasil diterbitkan kepada masyarakat.
Dari total dokumen yang diterbitkan, terdiri atas 573 Kartu Keluarga (KK), 233 Kartu Tanda Penduduk (KTP), 34 Kartu Identitas Anak (KIA), 53 Akta Kelahiran, 22 Akta Kematian, serta 102 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Ketika dihubungi melalui Whatsapp, Koordinator Tim Pelangi Dispendukcapil Kabupaten Banyuwangi, Dian Hari Efendi, S.E., M.M., mengatakan capaian tersebut tidak hanya memenuhi target yang telah ditetapkan, tetapi juga melampaui ekspektasi panitia.
“Alhamdulillah hasil pelayanan Camping Embun di Desa Tegalharjo sudah sesuai bahkan melebihi ekspektasi kami. Jumlah dokumen yang diterbitkan melampaui target yang sebelumnya telah kami tetapkan,” ujarnya.
Menurut Dian, tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan layanan administrasi kependudukan di wilayah sekitar perkebunan masih cukup besar. Banyak warga yang sebelumnya belum memiliki dokumen kependudukan maupun dokumen yang datanya sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini.
“Kendala yang kami temukan di lapangan adalah masih banyak masyarakat di sekitar kawasan kebun yang belum memiliki dokumen adminduk. Selain itu, ada juga warga yang sebenarnya sudah memiliki dokumen, namun datanya belum diperbarui sehingga perlu dilakukan pembaruan,” jelasnya.
Selain layanan dokumen fisik, Dispendukcapil juga mendorong masyarakat untuk beralih ke layanan digital melalui aktivasi IKD. Namun, upaya tersebut masih menghadapi sejumlah hambatan.
“Untuk aktivasi IKD, kendalanya cukup beragam. Banyak telepon seluler milik warga yang belum mendukung aplikasi IKD karena sistem operasinya sudah terlalu lama. Selain itu, sebagian besar warga yang datang juga merupakan lanjut usia, sehingga tidak memiliki perangkat telepon pintar yang memadai,” tambah Dian.
Program Camping Embun sendiri merupakan inovasi pelayanan jemput bola yang menyasar masyarakat di wilayah perkebunan. Melalui program ini, warga dapat mengurus berbagai dokumen kependudukan secara lebih mudah tanpa harus datang ke kantor pelayanan.
Dengan capaian tersebut, program ini menjadi salah satu bukti bahwa layanan administrasi kependudukan yang digeber oleh Dipendukcapil Kabupaten Banyuwangi masih sangat dibutuhkan, khususnya bagi warga di kawasan pedesaan dan perkebunan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan publik. (Tim)
Editor : Redaksi