BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Proses evakuasi korban terseret arus sungai di Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berlangsung dramatis, Selasa (26/5/2026). Warga bahkan harus membongkar bagian cor jembatan demi mengevakuasi korban yang tersangkut di bawah konstruksi jembatan.
Korban yang diketahui berinisial S (65), warga Dusun Sumberdadi, Desa Kandangan. Ia meninggal dunia setelah terseret arus saat membersihkan sampah di bawah jembatan depan Masjid Al Falah bersama sejumlah warga lainnya.
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB ketika korban bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan tumpukan sampah yang menyumbat aliran sungai. Saat itu korban bersama bersama rekannya menggunakan sebatang bambu untuk menahan sampah agar tidak semakin menumpuk di bawah jembatan.
Namun derasnya arus air membuat bambu tersebut tidak mampu bertahan hingga menghantam keduanya. Mereka kemudian terjatuh ke sungai dan terseret arus deras hingga tersangkut di bagian bawah cor jembatan.
Warga yang berada di lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan. Akan tetapi derasnya arus sungai membuat proses evakuasi berlangsung sulit dan penuh risiko.
Kapolsek Pesanggaran, Kompol Maskur, S.H., mengatakan proses evakuasi korban berlangsung kurang lebih selama tiga jam karena posisi korban terjepit di bawah konstruksi jembatan.
“Korban tersangkut di bagian cor jembatan sehingga warga bersama petugas harus membongkar sebagian konstruksi untuk proses evakuasi. Arus sungai saat itu juga cukup deras sehingga menyulitkan penanganan,” ujarnya.
Menurutnya, satu korban berhasil diselamatkan karena posisi kepala masih berada di atas permukaan air sehingga masih dapat bernapas saat proses penyelamatan berlangsung.
“Satu korban berhasil selamat, satu korban lainnya ditemukan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan luka berat, korban diduga meninggal akibat kehabisan oksigen,” tambahnya.
Warga akhirnya berinisiatif membongkar sebagian cor jembatan yang baru dibangun agar tubuh korban dapat segera dievakuasi. Proses tersebut menjadi perhatian warga sekitar yang ikut membantu upaya penyelamatan.
Petugas dari Polsek Pesanggaran bersama tenaga medis Puskesmas juga telah melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi memastikan peristiwa tersebut murni kecelakaan saat warga membersihkan sungai yang tersumbat sampah.
Pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan autopsi terhadap jenazah korban. (Tim)
Editor : Redaksi