Surabaya | Jurnalperistiwa.id - Ketua Umum Komunitas Wartawan Indonesia (KWI), Umar Hayat, memberikan arahan tegas kepada seluruh anggota terkait pemanfaatan kantor baru sebagai langkah awal pembenahan dan penguatan organisasi.
Arahan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan fungsi kantor agar tidak sekadar menjadi simbol administratif, melainkan benar-benar hidup melalui aktivitas positif yang berkelanjutan.
Dalam penyampaiannya, Umar Hayat mengibaratkan kantor layaknya sebuah rumah yang harus dirawat, dijaga kebersihannya, serta diisi dengan kegiatan yang bermanfaat agar memberikan kenyamanan bagi “penghuninya”.
“Jika kantor dirawat dan diaktifkan, insyaAllah akan memberikan kenyamanan dan membuka peluang rezeki. Namun jika dibiarkan kosong, lama-kelamaan akan rusak dan kehilangan fungsinya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa kebersihan dan kerapian kantor merupakan bagian dari nilai dasar organisasi. Lingkungan kerja yang tertata, menurutnya, mampu menciptakan energi positif sekaligus mendukung produktivitas anggota dalam menjalankan aktivitas jurnalistik dan organisasi.
Sebagai langkah konkret, KWI akan menerapkan sistem piket harian dengan pola yang fleksibel. Setiap hari, minimal empat hingga lima anggota dijadwalkan hadir dan standby di kantor guna memastikan aktivitas organisasi tetap berjalan.
Kantor direncanakan mulai beroperasi pukul 08.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB atau menjelang waktu magrib. Meski demikian, sistem ini tidak bersifat kaku dan tetap mengedepankan fleksibilitas sesuai kebutuhan anggota.
“Jika ada keperluan mendesak atau pekerjaan lain, silakan disesuaikan. Yang terpenting adalah komunikasi dan koordinasi tetap berjalan dengan baik,” jelasnya.
Selain jam operasional tersebut, kantor juga dapat dimanfaatkan di luar waktu kerja apabila terdapat agenda penting seperti rapat internal maupun kunjungan tamu, dengan persetujuan bersama.
Melalui kebijakan ini, Umar Hayat berharap seluruh anggota KWI semakin memperkuat kebersamaan, saling mendukung, serta mampu menjaga keseimbangan antara aktivitas organisasi dan kepentingan pribadi. Dengan semangat kolektif tersebut, KWI diharapkan terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi anggotanya maupun masyarakat.(Red)
Editor : Redaksi