SURABAYA | Jurnalperistiwa.id Warga Jalan Pragoto, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Simokerto, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang tergeletak tak bernyawa pada Kamis (23/04/2026) pagi. Korban diketahui bernama Jais (52), warga Jalan Pragoto 1, Surabaya.
Penemuan jasad tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 07.00 WIB di area Kampung Pragoto 1. Kondisi korban yang sudah tidak bernyawa memicu kecurigaan kuat adanya dugaan tindak kekerasan sebelum korban mengembuskan napas terakhir.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, tanda-tanda mencurigakan sebenarnya sudah terlihat sejak pukul 05.00 WIB. Warga mengaku melihat empat pria berboncengan menggunakan sepeda motor jenis Honda Scoopy berwarna abu-abu datang dari arah Jalan Sencaki.
Keempat pria tersebut diduga berbagi peran. Dua orang terlihat masuk ke dalam rumah korban, sementara dua lainnya berjaga di depan Gapura Pragoto 1 untuk memantau situasi sekitar.
“Sekitar pukul 06.00 sampai 07.00 WIB sempat terdengar suara keributan dan seperti perkelahian dari arah rumah korban,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Tak lama setelah suara keributan mereda, dua pria yang masuk ke rumah korban terlihat keluar dengan tergesa-gesa. Keduanya langsung melompat ke sepeda motor yang telah disiagakan rekannya di depan gapura, lalu melarikan diri dengan kecepatan tinggi menuju jalan utama.
Peristiwa ini sontak membuat warga sekitar resah. Identitas para pria tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya besar bagi warga Sencaki dan Pragoto.
Saat ini, petugas dari Polsek Simokerto bersama Polrestabes Surabaya telah turun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan keterangan saksi-saksi guna mengungkap peristiwa yang terjadi.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban serta memburu para terduga pelaku yang melarikan diri. Warga berharap kasus ini segera terungkap agar situasi lingkungan kembali aman dan kondusif.(Hlm)
Editor : Redaksi