Jombang | Jurnalperistiwa.id – Dugaan kasus penipuan dan penggelapan di wilayah Jombang mulai menjadi perhatian publik setelah sejumlah warga mengaku menjadi korban. Kerugian yang dialami pun tidak sedikit, berkisar dari jutaan hingga ratusan juta rupiah.
Berdasarkan keterangan para korban, kasus ini diduga melibatkan seorang perempuan berinisial AR yang dikenal dengan sapaan Tobel. Ia disebut-sebut menawarkan berbagai bentuk kerja sama dengan iming-iming keuntungan dalam waktu singkat.
Para korban menuturkan bahwa pelaku menggunakan pendekatan yang meyakinkan dan membangun komunikasi secara intens. Bahkan, pada tahap awal, pelaku disebut sempat memberikan keuntungan sesuai janji untuk menarik kepercayaan. Namun, menjelang Hari Raya Idul Fitri, komunikasi terputus dan yang bersangkutan tidak lagi dapat dihubungi.
Salah satu korban berinisial MH mengaku mengalami kerugian cukup besar setelah mengikuti tawaran tersebut. Ia mengatakan bahwa hubungan pertemanan lama menjadi salah satu alasan utama dirinya percaya. Selain itu, latar belakang pelaku yang dikenal di lingkungan sekitar turut memperkuat keyakinan korban.
“Awalnya sangat meyakinkan, bahkan sempat memberikan hasil sesuai yang dijanjikan. Tapi tiba-tiba menghilang tanpa kabar menjelang Lebaran,” ujarnya.
Korban lain juga mengungkapkan pola serupa, yakni pendekatan personal untuk membangun kepercayaan sebelum akhirnya dana diserahkan tanpa kejelasan lanjutan.
Seiring berjalannya waktu, para korban mulai saling berkomunikasi dan menemukan adanya kesamaan pola kejadian. Hingga kini, jumlah korban yang mengaku terdampak terus bertambah.
Upaya penyelesaian secara kekeluargaan sempat dilakukan dengan mendatangi pihak keluarga terduga pelaku. Namun, langkah tersebut belum membuahkan hasil yang memuaskan.
Saat ini, para korban tengah mengumpulkan berbagai bukti pendukung seperti rekaman percakapan, bukti transfer, serta dokumen lainnya. Mereka juga berencana melaporkan kasus ini secara resmi ke pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran investasi atau kerja sama yang menjanjikan keuntungan cepat tanpa kejelasan yang dapat dipertanggungjawabkan. (Wati)
Editor : Redaksi