Viral di Pamekasan! Warga Geruduk Polsek Tlanakan, Polisi Bantah Penggeledahan Tanpa Prosedur

Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi sejumlah warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang mendatangi Mapolsek Tlanakan
Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi sejumlah warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang mendatangi Mapolsek Tlanakan

Pamekasan | Jurnal Peristiwa.ID -Jagat media sosial dihebohkan dengan aksi sejumlah warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan, yang mendatangi Mapolsek Tlanakan pada Kamis (2/2/2026). Kedatangan warga ini dipicu dugaan penggeledahan rumah milik seorang warga bernama Muhyi yang disebut-sebut dilakukan tanpa prosedur yang jelas oleh aparat kepolisian.

Dalam berbagai informasi yang beredar, warga mempertanyakan tindakan empat anggota Reskrim Polsek Tlanakan yang melakukan penggeledahan tersebut. Mereka menuntut kejelasan, terutama terkait keberadaan surat tugas resmi saat proses berlangsung.

Menanggapi polemik yang viral ini, pihak kepolisian angkat bicara. Kanit Reskrim Polsek Tlanakan, IPDA Benny Halizah Putra, S.H., dengan tegas membantah tudingan bahwa anggotanya bertindak tanpa dasar hukum.

“Kami datang dengan cara yang baik dan disambut langsung oleh Bapak Muhyi. Kami juga menanyakan secara terbuka terkait keberadaan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang diduga berpindah-pindah lokasi,” jelasnya.

IPDA Benny menegaskan bahwa pihaknya telah menunjukkan dokumen resmi, termasuk surat tugas penggeledahan kepada pemilik rumah saat berada di lokasi. Oleh karena itu, ia menilai tudingan yang beredar tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sementara itu, Kapolsek Tlanakan, AKP Tamsil Efendi, memastikan bahwa penanganan kasus tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan. Hal ini dilakukan setelah ditemukan indikasi kuat adanya unsur tindak pidana.

“Penanganan kasus ini sudah kami tingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan karena ditemukan dugaan tindak pidana,” tegasnya, Senin (6/4/2026).

Kasus ini berkaitan dengan dugaan penggelapan satu unit sepeda motor Honda Scoopy. Hingga kini, aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat.

Viralnya peristiwa ini menjadi sorotan publik sekaligus ujian bagi transparansi dan profesionalisme aparat penegak hukum di tingkat Polsek. Masyarakat pun berharap proses hukum berjalan objektif, terbuka, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.(Red) 

Editor : Redaksi