Magetan | Jurnalperistiwa.id – Gelombang aksi besar dipastikan akan mengguncang Kabupaten Magetan. MAKI Jatim (Masyarakat Anti Korupsi Indonesia Koordinator Wilayah Jawa Timur) menyatakan siap menggelar demo akbar untuk mempertanyakan progres penyelidikan dugaan korupsi dana hibah Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Magetan periode 2019–2024.
Langkah tegas ini diambil pasca masuknya laporan dari Tim Litbang dan investigasi internal MAKI Jatim terkait dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan. Dalam rapat evaluasi yang digelar pada 17 Februari 2026 di sekretariat MAKI Jatim, Ketua Koorwil Provinsi Jawa Timur, Heru MAKI, langsung menyusun strategi penajaman aksi.
“Setelah mendengar laporan pulbaket sementara dari tim Litbang dan investigasi, kami sepakat untuk bergerak. Aksi demo akbar pasti akan dilaksanakan,” tegas Heru.
Dalam keputusan internal, aksi demo akbar akan difokuskan pada dua titik strategis, yakni Kantor DPRD Magetan dan Kantor Kejaksaan Negeri Magetan. MAKI Jatim bahkan menyatakan akan melakukan aksi simbolik berupa “penyegelan” serta mendorong status quo terhadap Kantor DPRD Magetan sebagai bentuk protes moral.
Selain itu, massa juga akan mendatangi Kejaksaan Negeri Magetan untuk mempertanyakan sejauh mana progres penanganan laporan dugaan korupsi dana hibah tersebut.
Mas Novel, Wakil Ketua MAKI Jatim yang berdomisili di Magetan, telah ditunjuk sebagai Komandan Utama Aksi. Ia juga mendapat instruksi khusus untuk berkoordinasi terkait perizinan dengan Polres Magetan guna memastikan aksi berjalan sesuai prosedur hukum.
Heru MAKI mengungkapkan keprihatinan mendalam setelah tim investigasi di lapangan menemukan dugaan praktik “cash back” sebesar 30 persen dari dana hibah Pokir yang masuk ke salah satu desa. Temuan tersebut bahkan disebut terjadi pada program hibah Pokir tahun 2025.
“Kita sedang fokus mengungkap dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD Magetan periode 2019–2024. Tapi dalam investigasi, tim kami menemukan dugaan cash back 30 persen untuk program hibah Pokir tahun 2025 di salah satu desa. Ini luar biasa,” ungkap Heru dengan nada geram.
Temuan ini dinilai semakin memperkuat dugaan adanya pola sistematis dalam pengelolaan dana hibah Pokir, yang diduga tidak hanya terjadi pada periode sebelumnya, tetapi berpotensi berlanjut.
Heru memastikan bahwa aksi demo akbar ini akan melibatkan masyarakat Kabupaten Magetan, aktivis anti-korupsi, NGO/LSM, serta insan media jurnalistik. MAKI Jatim menilai keterlibatan publik menjadi kunci dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran negara.
Saat ini, tim Litbang dan investigasi MAKI Jatim masih terus menelusuri kemungkinan adanya keterkaitan dugaan penyimpangan dana hibah Pokir DPRD dengan dana hibah lain yang dikelola Pemerintah Kabupaten Magetan.
“Semua masih kami pertajam dan telusuri lebih mendalam. Tunggu saja tanggal mainnya. Saya jamin ini akan heboh dan masuk dalam konstelasi kasus korupsi skala nasional. Catat itu,” pungkas Heru MAKI.
Aksi ini diprediksi menjadi salah satu gerakan sosial terbesar di Magetan dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus ujian serius bagi aparat penegak hukum dalam membuktikan komitmen pemberantasan korupsi di daerah.(Red)
Editor : Redaksi