Miris Plafon Ruang Kelas Ambrol di SMPN 60 Surabaya, Tiga Siswi Jadi Korban Dan Alami Shock

Miris Plafon Ruang Kelas Ambrol di SMPN 60 Surabaya, Tiga Siswi Jadi Korban Dan Alami Shock
Miris Plafon Ruang Kelas Ambrol di SMPN 60 Surabaya, Tiga Siswi Jadi Korban Dan Alami Shock

SURABAYA | Jurnalperistiwa.id,- Insiden ambrolnya plafon ruang kelas 7E di lantai 3 SMP Negeri 60 Surabaya, yang berlokasi di Jalan Kalilom Lor Indah, terjadi pada Rabu (28/01/2026) pagi. Kejadian tersebut mengakibatkan tiga siswi mengalami shock, meski tidak menimbulkan korban luka serius.

 

Berdasarkan laporan resmi di lapangan, tiket laporan dibuka pada pukul 07.26.40 WIB dan petugas langsung bergerak cepat. BPBD Kota Surabaya tiba di lokasi hanya dalam waktu 5 menit, tepatnya pukul 07.31.50 WIB, menunjukkan respons sigap terhadap kejadian darurat di lingkungan pendidikan.

 

Plafon yang ambrol merupakan bagian dari ruang kelas 7E di lantai 3, dengan luas bangunan keseluruhan sekitar ±40 x 50 meter persegi, sementara area terdampak mencapai ±8 x 9 meter persegi. Tingkat kerusakan akibat angin kencang. 

 

Hasil kaji cepat di lapangan menyimpulkan bahwa penyebab utama ambrolnya plafon adalah struktur yang sudah lapuk, sehingga tidak lagi mampu menopang beban.

Tiga Siswi Terdampak

Dari total 30 siswa yang berada di ruang kelas saat kejadian, tiga siswi tertimpa reruntuhan plafon, yakni:

 

- Ajeng Ayu Amelia Putri (14)

- Azarah (14)

- Lailatul Inaya (14)

 

Ketiganya dalam kondisi sadar dan hanya mengalami shock, serta telah mendapatkan penanganan awal. Para siswi tersebut juga telah didampingi langsung oleh orang tua masing-masing.

 

Langkah Cepat Penanganan

Petugas gabungan yang tiba di lokasi langsung melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain:

- Memastikan tidak ada korban jiwa di lokasi kejadian.

 

- Mengamankan area terdampak dan mengimbau siswa agar menjauh dari lokasi guna mengantisipasi reruntuhan susulan.

- Melakukan pendataan kaji cepat serta meny

- Siapkan tenda darurat untuk mendukung kelangsungan aktivitas belajar mengajar sementara, yang ditempatkan di halaman depan SMPN 60 Surabaya.

 

- Melakukan pembersihan puing-puing plafon yang runtuh di ruang kelas 7E.

Petugas Gabungan Turun Tangan

Penanganan kejadian ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya, BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu KedungCowek, Kelurahan Tanah Kalikedinding, TGC Cowek, Satgas CiptaKarya,DinasPendidikan,Projopati Kelurahan Takal. 

 

Sementara itu, penanggung jawab gedung SMPN 60 Surabaya diketahui atas nama Hj. Irma Styowati, S.Pd, warga Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya.

 

Aktivitas Belajar Tetap Berjalan

Meski sempat terjadi kepanikan, pihak sekolah bersama petugas memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, dengan pengaturan lokasi sementara demi menjamin keselamatan siswa.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan sekolah, khususnya pada struktur plafon dan atap, demi mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

 

Hingga Berita ini ditayangkan belom ada konfirmasi resmi dari pihak kepala sekolah SMPN 60 . Bersambung...... ( Red) 

Editor : Redaksi