Transformasi Tanpa Beton: Cara RS Kemenkes Surabaya Memperkuat Layanan dari Dalam

di saat banyak rumah sakit berlomba membangun gedung megah dan menambah unit layanan baru, RS Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya justru memilih jalur yang tidak biasa.
di saat banyak rumah sakit berlomba membangun gedung megah dan menambah unit layanan baru, RS Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya justru memilih jalur yang tidak biasa.

Surabaya - Jurnalperistiwa.id, kamis 11 Desember 2025,  di saat banyak rumah sakit berlomba membangun gedung megah dan menambah unit layanan baru, RS Kementerian Kesehatan (RS Kemenkes) Surabaya justru memilih jalur yang tidak biasa. 

Mereka menanamkan investasi besar pada dua sektor yang kerap luput dari sorotan publik: kompetensi sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi medis presisi. Strategi ini menjadikan RS Kemenkes Surabaya tampil dengan identitas yang berbeda. Rumah sakit ini tidak berfokus pada simbol kemajuan berupa bangunan, melainkan pada sistem kerja, budaya keselamatan pasien, serta keakuratan layanan berbasis data.

Pelaksana Harian Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, dr. Martha Muliana L. Siahaan,  menegaskan bahwa tantangan utama rumah sakit modern bukan lagi soal kepemilikan alat tercanggih, melainkan bagaimana alat tersebut dikelola oleh tenaga yang benar-benar kompeten.

Teknologi tanpa SDM yang mumpuni tidak akan menghasilkan layanan yang aman. Sekarang yang menjadi prioritas adalah kompetensi dan tata kelola data,” ujarnya.

Budaya Kompetensi sebagai Fondasi Pelayanan

Penguatan SDM di RS Kemenkes Surabaya tidak berhenti pada pelatihan teknis semata. Lebih dari itu, rumah sakit membangun budaya kerja berbasis keselamatan pasien di setiap lini layanan.

Menurut Ratih Dwi Lestari, S.Kep., MARS, konsep rumah sakit berbasis kompetensi menuntut perubahan pola pikir menyeluruh.

Keselamatan pasien tidak bisa ditawar. SDM kompeten berarti setiap tindakan medis dilakukan dengan standar tertinggi,” jelasnya.

Melalui pendekatan ini, kualitas layanan tidak tergantung pada figur tertentu, tetapi menjadi standar kolektif yang melekat dalam sistem rumah sakit.

Lompatan Teknologi untuk Layanan Kanker

Di sektor layanan unggulan, RS Kemenkes Surabaya mencatatkan tonggak penting dengan menghadirkan PET Scan pertama di Jawa Timur.

Teknologi ini memungkinkan dokter menilai aktivitas metabolisme sel secara detail, sehingga diagnosis penyakit, khususnya kanker, bisa dilakukan lebih presisi.

dr. Tri Pera Sucianti menjelaskan bahwa PET Scan membantu menentukan arah terapi dengan lebih cepat dan tepat.

Dengan hasil yang lebih akurat, keputusan pengobatan bisa diambil tanpa menunda waktu,” terangnya.

Kehadiran alat ini membuat pasien Jawa Timur tak lagi harus dirujuk ke luar daerah hanya untuk pemeriksaan lanjutan.

Radioterapi Terintegrasi, Akses Pengobatan Lebih Cepat

Tak berhenti di diagnosis, RS Kemenkes Surabaya juga mengembangkan layanan radioterapi terintegrasi. Fasilitas ini dirancang untuk memangkas waktu tunggu pasien kanker yang selama ini kerap mengalami antrean panjang.

 dr. Donald, Sp.OnkRad, menyebut sistem radioterapi yang dikembangkan memungkinkan pengobatan berjalan lebih terukur dan efisien.

Pasien bisa mendapat terapi tepat waktu karena alurnya terintegrasi dalam satu sistem,” ujarnya.

Dengan kombinasi PET Scan dan Radioterapi, proses dari deteksi hingga pengobatan kanker kini dapat dilakukan dalam satu rumah sakit.

Selain onkologi, RS Kemenkes Surabaya juga memperkuat layanan jantung, stroke, dan uronefrologi (KJSU). Integrasi antara kompetensi dokter spesialis, teknologi penunjang, dan sistem digitalisasi membuat alur layanan lebih cepat, efisien, dan aman bagi pasien.

Ketua ARSADA Jawa Timur, dr. Atok Irawan, Sp.P, menilai transformasi RS Kemenkes Surabaya sebagai contoh nyata bahwa mutu rumah sakit tidak selalu diukur dari kemegahan fisik.

Kualitas layanan lahir dari kompetensi tenaga medis yang ditopang sistem yang baik. Itulah yang dibutuhkan masyarakat hari ini,” katanya.

Dengan model pelayanan berbasis kompetensi dan teknologi presisi, RS Kemenkes Surabaya kini mengokohkan posisinya sebagai Super Hub Rujukan Indonesia Timur.

Transformasi yang dijalankan rumah sakit ini membuktikan bahwa perubahan besar dalam dunia kesehatan tidak harus dimulai dari beton dan baja, melainkan dari cara membangun manusia, sistem, dan keberpihakan pada keselamatan pasien. ( wati )

Editor : Redaksi