Tim DVI Polri Intensifkan Identifikasi Korban Bencana Sumut, Tantangan Meningkat seiring Kondisi Jenazah Memburuk

Reporter : Reporter 3
Upaya identifikasi korban bencana di Sumatera Utara terus dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses yang berjalan sejak awal masa tanggap darurat ini kini memasuki fase yang lebih menantang, mengingat beberapa

Medan - jurnalperistiwa.id ,Upaya identifikasi korban bencana di Sumatera Utara terus dilakukan secara menyeluruh oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses yang berjalan sejak awal masa tanggap darurat ini kini memasuki fase yang lebih menantang, mengingat beberapa jenazah yang masih tertimbun mulai mengalami kerusakan akibat pembusukan.

 

Baca juga: Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Tinjau Lokasi Banjir Aceh Tamiang, Pastikan Bantuan Kemanusiaan Tersalurkan Cepat

Kepala Rumah Sakit Bhayangkara TK II Medan, Kombes Pol dr. Taufik Ismail, Sp.OG., MARS, mengungkapkan bahwa saat ini 30 personel DVI telah disebar ke berbagai kabupaten/kota di wilayah Sumut. Komposisi tim terdiri dari unsur DVI Mabes Polri dan DVI Polda Sumut yang bekerja secara terkoordinasi di lapangan.

 

Hingga 2 Desember 2025, total 290 korban berhasil teridentifikasi, mayoritas melalui metode identifikasi sekunder, seperti ciri fisik, sidik jari, hingga barang pribadi yang melekat pada tubuh korban. Faktor kondisi jenazah yang masih relatif utuh pada fase awal sangat membantu proses tersebut.

 

Namun, situasi berbeda diperkirakan terjadi pada minggu-minggu berikutnya. Dengan 122 korban masih tercatat hilang, tim memperkirakan tantangan lebih besar menanti di lapangan.

 

“Seiring waktu, proses pembusukan jenazah yang belum ditemukan tentu akan mempersulit teknik identifikasi konvensional. Karena itu kami mempersiapkan metode DNA sebagai langkah identifikasi utama,” jelas Taufik.

 

Bila terdapat korban yang tidak dapat dikenali dan fasilitas penyimpanan tidak mencukupi, pemakaman dengan penandaan khusus akan dilakukan. Hal ini memungkinkan proses pencocokan DNA dengan keluarga dilakukan di kemudian hari.

 

Sejauh ini, seluruh korban yang telah memiliki identitas berhasil diserahkan kembali kepada keluarga untuk pemakaman.

Wilayah dengan Dampak Terberat

 

Berdasarkan pendataan terbaru, beberapa daerah tercatat mengalami dampak paling signifikan, dengan Kabupaten Tapanuli Tengah menjadi wilayah terdampak paling parah.

 

Daftar korban jiwa dan hilang:

Baca juga: Wakapolri Pantau Penanganan Banjir di Aceh Tamiang, Prioritaskan Akselerasi Bantuan bagi Warga Terdampak

Tapanuli Tengah: 86 meninggal, 104 hilang

Tapanuli Selatan: 84 meninggal, 4 hilang

Kota Sibolga: 47 meninggal, 9 hilang

Tapanuli Utara: 34 meninggal, 12 hilang

Medan: 12 meninggal

Langkat: 14 meninggal

Humbang Hasundutan: 8 meninggal, 1 hilang

Pakpak Bharat: 2 meninggal

Nias Selatan: 1 meninggal

Baca juga: Batalyon Dhira Brata Akpol 1990 Kirimkan Bantuan Skala Besar untuk Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

Padang Sidempuan: 1 meninggal

Binjai: 1 meninggal

Penanganan Medis Tetap Berjalan

Para korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit kabupaten/kota, dengan RS Bhayangkara Batangtoru menjadi salah satu pusat penanganan. Bila dibutuhkan rujukan, pasien akan dipindahkan ke fasilitas kesehatan di Medan.

 

Distribusi logistik medis dari Mabes Polri telah menjangkau daerah terdampak terbesar, terutama Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan Sibolga. Hingga kini belum ditemukan hambatan besar, tetapi pekan mendatang diperkirakan menjadi masa paling kritis dalam proses identifikasi.

 

Operasi DVI akan terus dilanjutkan hingga masa tanggap darurat berakhir, sementara seluruh personel terkait tetap siaga mendukung proses pencarian dan identifikasi korban. (wati )

Editor : Redaksi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru