BANGKALAN –jurnalperistiwa.id, Terobosan baru kembali dihadirkan oleh Polres Bangkalan bersama Yayasan Kemala Bhayangkari dalam upaya meningkatkan gizi masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Rabu (16/10/2025), Polres Bangkalan secara resmi meluncurkan Sentra Pangan dan Pengolahan Gizi (SPPG) Kemala Bhayangkari Bangkalan, yang menjadi SPPG pertama di Kabupaten Bangkalan dengan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Kegiatan peresmian berlangsung di kompleks Polres Bangkalan dan dihadiri oleh Bupati Bangkalan Lukman Hakim, S.IP., M.H., jajaran Forkopimda, Dinas Kesehatan, serta pengurus Bhayangkari Cabang Bangkalan.
Baca juga: polres Bangkalan Resmikan SPPG Kemala Bhayangkari, Layani Ribuan Siswa untuk Penuhi Gizi Seimbang
Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, S.H., S.I.K., M.I.K. dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan SPPG ini merupakan bagian dari lima titik SPPG yang digagas Yayasan Kemala Bhayangkari di wilayah Bangkalan.
“SPPG Kemala Bhayangkari ini merupakan yang pertama di Bangkalan. Insyaallah ada lima titik lain yang sedang kami bangun, dan progresnya sudah di atas 80 persen,” tutur Kapolres.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa keunggulan utama SPPG ini terletak pada adanya sistem IPAL dapur yang berfungsi mengolah limbah cair dari aktivitas pengolahan makanan agar tidak mencemari lingkungan.
“Kami ingin memastikan kegiatan dapur tetap ramah lingkungan. Semua limbah pencucian sayur, buah, dan peralatan dapur dialirkan ke sistem IPAL khusus. Jadi air limbah yang keluar sudah aman,” ujarnya.
Selain sistem pengolahan limbah, SPPG ini juga dilengkapi dengan ruang penyimpanan buah berpendingin khusus, menjadikannya lebih higienis dan efisien dibandingkan dapur gizi konvensional yang umumnya hanya memiliki gudang basah dan kering.
Baca juga: Kapolda Jatim Pastikan Pendidikan Santri Ponpes Al-Khoziny Tetap Berjalan Pasca Musibah
Sementara itu, Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polres dan Yayasan Kemala Bhayangkari dalam mendukung program nasional peningkatan ketahanan pangan.
Inovasi seperti ini sangat membantu kami di daerah dalam memperkuat ketahanan gizi masyarakat. Dari hasil tinjauan, sarana dan prasarananya sangat baik dan memenuhi standar,” ungkap Bupati.
Ia juga menilai keberadaan IPAL di SPPG tersebut merupakan penyempurnaan dari sistem dapur gizi yang sudah ada sebelumnya.
Baca juga: Launching SPKT Prototype Polres Batu Wujudkan Pelayanan Humanis Cepat dan Modern
Sekarang sudah ada sistem pengolahan limbahnya, tinggal melengkapi sertifikasi sanitasi dan LSHS saja. Ini langkah maju yang perlu dicontoh,” tambahnya.
Dari total target 95 titik SPPG di Kabupaten Bangkalan, sebanyak 33 titik telah selesai dibangun, dan 24 di antaranya sudah beroperasi. Kehadiran SPPG Kemala Bhayangkari Polres Bangkalan menjadi simbol kemajuan konsep dapur gizi modern yang tidak hanya fokus pada ketahanan pangan, tetapi juga peduli terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui inovasi ini, Polres Bangkalan bersama Yayasan Kemala Bhayangkari berkomitmen menghadirkan layanan pengolahan pangan yang sehat, higienis, dan berwawasan lingkungan, sejalan dengan semangat Polri Presisi untuk masyarakat (wati)
Editor : Redaksi