SURABAYA / jurnalperistiwa.id — Upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan dan menekan angka kecelakaan lalu lintas terus diperkuat melalui sinergi lintas stakeholder. Salah satunya dilakukan melalui Forum Komunikasi Lalu Lintas (FKLL) yang digelar pada Selasa, 22 September 2026, di Kantor Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
Forum tersebut mempertemukan sejumlah stakeholder terkait, di antaranya perwakilan Dinas Perhubungan Kota Surabaya, PT Jasa Raharja Cabang Surabaya, serta Polrestabes Surabaya. Pertemuan menjadi ruang koordinasi untuk membahas berbagai persoalan lalu lintas sekaligus menyusun langkah strategis dalam mendukung terciptanya kondisi lalu lintas yang semakin aman dan tertib.
Baca juga: MAKI Jatim Dorong Pemkab Jember Sikapi Pemberitaan Program Oplah, Siapkan Pendampingan Hukum Gratis
Dalam pembahasan FKLL kali ini, wilayah Kecamatan Wonokromo menjadi salah satu fokus perhatian, terutama berkaitan dengan pemetaan kondisi keselamatan lalu lintas dan identifikasi lokasi yang berpotensi menjadi titik rawan kecelakaan.
Sejumlah aspek menjadi bahan pembahasan, mulai dari karakteristik dan kondisi jalan, kepadatan serta pola pergerakan kendaraan, ketersediaan fasilitas keselamatan jalan, perilaku pengguna jalan, potensi konflik lalu lintas, hingga kebutuhan penanganan pada sejumlah lokasi tertentu.
Masing-masing stakeholder turut menyampaikan masukan sesuai dengan tugas dan kewenangannya. Dinas Perhubungan Kota Surabaya memiliki peran dalam aspek manajemen dan rekayasa lalu lintas serta penyediaan maupun peningkatan fasilitas keselamatan jalan.
Sementara itu, Polrestabes Surabaya berperan dalam pengaturan, pengawasan, serta penegakan hukum di bidang lalu lintas. Sedangkan Jasa Raharja turut memberikan dukungan melalui pemanfaatan data dan informasi kecelakaan yang dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus dasar dalam memperkuat program keselamatan transportasi.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah penanganan yang lebih terarah dan berdasarkan kondisi di lapangan, khususnya pada lokasi-lokasi yang memiliki potensi risiko kecelakaan di wilayah Kecamatan Wonokromo.
Baca juga: OFTCS 2026: Dari Jawa Timur Menuju Panggung Nasional, Mahasiswa Unjuk Kompetensi Perpajakan
Tidak hanya berfokus pada aspek infrastruktur maupun rekayasa lalu lintas, forum juga menempatkan edukasi dan peningkatan kesadaran masyarakat sebagai bagian penting dalam upaya menciptakan keselamatan berlalu lintas.
Keselamatan di jalan, pada akhirnya, tidak hanya bergantung pada kondisi jalan dan kelengkapan fasilitas, tetapi juga membutuhkan kepatuhan seluruh pengguna jalan terhadap aturan lalu lintas.
Pelaksanaan FKLL menjadi salah satu bentuk komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, melakukan evaluasi, serta mendorong tindak lanjut secara berkelanjutan terhadap berbagai persoalan keselamatan lalu lintas.
Baca juga: Reuni Akbar SMPN 22 Surabaya Masuk Tahap Pemantapan, Kehadiran Roy Jeconiah Jadi Perhatian Panitia
Dengan sinergi antara Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Jasa Raharja, dan Polrestabes Surabaya, langkah-langkah peningkatan keselamatan diharapkan dapat dilakukan secara lebih terpadu dan tepat sasaran.
Upaya tersebut diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan di Kecamatan Wonokromo, sekaligus mendukung terciptanya lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan di Kota Surabaya.
(Red)
Editor : Redaksi