BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Penataan kawasan, pembenahan Pasar Genteng I, perbaikan fasilitas publik, hingga layanan administrasi kependudukan jemput bola menjadi bagian dari 100 hari pertama transformasi Kecamatan Genteng.
Sejumlah titik strategis mulai ditata, seperti revitalisasi tugu pertigaan Kantor Pos di Jalan Gajah Mada, pertigaan Sun East Mall, dan pertigaan lampu merah Jalan Hasanuddin. RTH Maron juga mendapat perhatian melalui penertiban rutin, perbaikan lampu penerangan, serta pemeliharaan kebersihan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi.
Baca juga: Jainu Ahmadi Siapkan Gebrakan Awal, Benahi Pelayanan hingga Gali Potensi Desa Setail
Camat Genteng, Khoirul Hidayat, S.STP., M.Si., mengatakan, laporan 100 hari merupakan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
“Sebagai pemangku wilayah, tentu masyarakat membutuhkan gambaran bagaimana proses kerja pemerintahan berjalan. Karena itu, menjadi kewajiban kami untuk melaporkan apa yang sudah kami kerjakan selama 100 hari pertama,” kata Khoirul Hidayat, ketika ditemui diruangannya, Kamis (24/9/2026).
Dia menegaskan, laporan tersebut bukan sekadar pencitraan. Namun, menjadi gambaran atas pekerjaan yang telah dilakukan sekaligus pijakan untuk program berikutnya.
“Laporan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat atas apa yang sudah dilakukan. Kami menyadari, 100 hari merupakan waktu yang sangat singkat sehingga belum semua ekspektasi masyarakat bisa kami penuhi,” ujarnya.
Pasar Genteng I Jadi Prioritas
Sementara itu, penataan Pasar Genteng I menjadi salah satu pekerjaan yang mendapat perhatian. Aktivitas perdagangan yang tinggi membuat kendaraan pengangkut komoditas berdatangan sejak pagi hingga sore. Bongkar muat yang menggunakan sebagian bahu jalan turut memengaruhi kelancaran lalu lintas.
“Pasar Genteng I ini merupakan salah satu episentrum aktivitas ekonomi, bukan hanya di Genteng, tetapi juga di wilayah sekitarnya. Aktivitas perdagangan di sini memiliki jangkauan yang cukup luas,” terang Khoirul Hidayat.
Pemerintah Kecamatan Genteng telah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Perhubungan dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskopumdag) selaku pengelola pasar. Salah satu opsi yang dibahas ialah revitalisasi pasar, termasuk penataan parkir, sirkulasi kendaraan, dan area bongkar muat.
“Yang kami dorong bukan sekadar memperbaiki bangunan pasar. Yang lebih penting adalah menata ekosistemnya agar aktivitas ekonomi tetap hidup, tetapi lalu lintas di sekitarnya juga bisa berjalan dengan baik,” tegasnya.
Selain Pasar Genteng I, kawasan Terminal Wiroguno disiapkan untuk pengembangan sentra UMKM, ruang aktualisasi seni, pasar sayur, hingga car free day.
Pelayanan Makin Dekat
Di samping itu, transformasi juga menyentuh pelayanan publik. Kantor Kecamatan Genteng dibenahi melalui gotong royong, mulai area parkir, ruang tunggu, toilet, plang kantor, tempat bermain anak, hingga backdrop pendopo.
Sementara layanan administrasi kependudukan dilakukan secara jemput bola melalui Mobil Pelangi Disdukcapil di RTH Maron. Warga dapat mengurus KK, KTP-el, KIA, dan akta kelahiran secara gratis.
Baca juga: Sigap, Personel Satlantas Polresta Banyuwangi Bantu Evakuasi Mobil Terperosok
Program Perekaman KTP Pemula di Sekolah juga menyasar pelajar yang telah memasuki usia wajib KTP. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dilakukan dengan mendatangi desa-desa di wilayah Genteng.
Di bidang sosial, Kecamatan Genteng berkolaborasi dengan UPZ dan BAZNAS menyalurkan bantuan untuk dhuafa, pengobatan, pembenahan rumah, penyandang disabilitas, hingga isbat nikah.
Sementara forum lintas sektor diperkuat untuk menyatukan koordinasi berbagai unsur wilayah. Aktivitas budaya juga didorong menjadi ruang pertemuan masyarakat sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM dan pekerja seni.
Khoirul menegaskan, agenda tersebut merupakan awal dari pekerjaan yang lebih panjang.
“Kami ingin membangun komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat. Harapannya, pembangunan di wilayah Kecamatan Genteng ini tidak hanya menjadi pekerjaan pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama,” pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi