BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) di Kabupaten Banyuwangi didorong tidak sekadar hadir saat kegiatan masyarakat. Perannya perlu diperkuat agar lebih aktif mendeteksi dan mencegah potensi gangguan sejak dini di lingkungan warga.
Hal tersebut disampaikan Kepala Satpol PP Kabupaten Banlebiyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, S.Sos., M.Si., dalam unggahan video di akun Instagram resmi Satpol PP Kabupaten Banyuwangi, @satpolpp_kabbanyuwangi. Dalam video tersebut, ia menekankan posisi strategis Satlinmas karena anggotanya berada paling dekat dengan masyarakat, terutama di tingkat desa dan kelurahan.
Baca juga: Insentif Cair, Pemdes Kalibaru Kulon Minta Perangkat RT-RW Makin Responsif
“Satlinmas perlu dibangun menjadi unsur yang aktif, responsif, serta mampu melakukan deteksi dan cegah dini terhadap berbagai potensi gangguan di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, ruang tugas Satlinmas cukup luas. Tidak hanya membantu menjaga ketenteraman dan keamanan lingkungan, anggota Satlinmas juga dapat terlibat dalam pengamanan kegiatan masyarakat hingga mendukung keamanan di destinasi wisata.
Peran itu juga mencakup keterlibatan dalam pencegahan, penanganan, dan penanggulangan bencana. Termasuk membantu masyarakat ketika terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lain yang membutuhkan respons cepat.
Penguatan peran tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor. Satlinmas perlu bersinergi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa atau kelurahan, TNI-Polri, perangkat daerah, pelaku wisata, serta unsur masyarakat lainnya.
Baca juga: Musisi Penyandang Disabilitas Al-Mumtaz Tampil, KH Achmad Wahyudi Sampaikan Makna Syukur
“Satlinmas bukan sekadar petugas yang hadir ketika ada kegiatan atau menjaga keamanan lingkungan. Mereka merupakan unsur perlindungan masyarakat sekaligus mitra pemerintah yang berada paling dekat dengan masyarakat,” katanya.
Kedekatan dengan warga membuat Satlinmas memiliki posisi penting dalam mendeteksi persoalan di lapangan. Informasi yang ditemukan sejak awal dapat menjadi bahan bagi pemerintah untuk mengambil langkah sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.
Peran tersebut juga dinilai relevan di sektor pariwisata. Satlinmas dapat ikut menjaga keamanan lingkungan destinasi sehingga aktivitas wisatawan dan masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.
“Satlinmas harus menjadi mata dan telinga pemerintah di tengah masyarakat. Dengan begitu, mereka bisa membantu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” tegasnya.
Penguatan ini diarahkan agar keberadaannya benar-benar dirasakan masyarakat. Bukan hanya muncul ketika dibutuhkan untuk pengamanan kegiatan, tetapi aktif menjalankan fungsi perlindungan masyarakat dari lingkungan paling dekat dengan warga.
“Satlinmas hadir, masyarakat terlindungi; aman lingkungannya, nyaman wisatanya, lancar pelayanannya,” pungkasnya. (Ikhsan/Deni)
Editor : Biro Banyuwangi