Dana Gotong Royong SMPN 3 Genteng Disorot, Kepsek: Penggunaan Melalui Mekanisme dan Diketahui Wali Murid

Reporter : Biro Banyuwangi
Kepala SMPN 3 Genteng, Mashudi, S.Pd (Berbaju Hitam) saat ditemui Tim Biro Banyuwangi Media Online Jurnal Peristiwa, pada Rabu (16/9/2026).

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kepala SMP Negeri 3 Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Mashudi, S.Pd., membenarkan adanya program dana gotong royong yang dijalankan melalui komite sekolah dengan melibatkan wali murid.

Ia menegaskan, dana tersebut tidak dapat digunakan secara bebas oleh pihak sekolah. Setiap kebutuhan harus diajukan, dibahas, dan disepakati bersama komite serta wali murid melalui paguyuban kelas.

Baca juga: Pokja 1 TP PKK Desa Grajagan Gelar Simulasi Bertema Pernikahan Dini, Dorong Inovasi Remaja Berdaya

“Setiap penggunaan dana harus melalui permohonan dan ada penjelasan penggunaannya kepada komite,” ujar Mashudi, Rabu (16/9/2026).

Menurutnya, sekolah bukan satu-satunya pihak yang menentukan penggunaan dana. Komite dan wali murid turut dilibatkan dalam pembahasan.

“Dalam penggunaan dana ini semua terlibat, sehingga tidak hanya sekolah. Ada komite dan wali murid yang ikut dalam mekanisme pembahasannya,” jelasnya.

Mashudi menjelaskan, pembahasan awal melibatkan tiga perwakilan wali murid dari setiap kelas. Dengan 18 kelas dan sekitar 590 peserta didik, koordinasi selanjutnya dilakukan melalui paguyuban wali murid di masing-masing kelas.

Baca juga: Perkuat Pembinaan UKS/M, Dinkes Banyuwangi dan Puskesmas Benculuk Gelar Bimtek di Cluring

“Awalnya masing-masing kelas diwakili tiga wali murid. Ada 18 kelas yang terlibat dalam pembahasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keberadaan program tersebut telah dikomunikasikan kepada pihak pengawas.

Mashudi menilai pertanyaan dan keluhan wali murid terkait dana gotong royong merupakan hal wajar sekaligus bentuk kepedulian terhadap pendidikan anak.

Baca juga: Layanan SIM Keliling Terus Bergerak, Kini Sambangi Warga Gambiran

“Kalau masih ada wali murid yang menyampaikan pertanyaan, masukan, atau keluhan, saya kira itu hal yang wajar. Justru kami melihatnya sebagai bentuk kepedulian orang tua terhadap pendidikan anak-anaknya,” katanya.

Ia menyebut kritik dan masukan tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan pelayanan, transparansi, dan komunikasi dengan wali murid. (Ikhsan/Deni)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru