Kepala Kemenag Banyuwangi Monitoring OMI 2026, 1.300 Siswa Madrasah Ikuti Kompetisi Tingkat Kabupaten

Reporter : Biro Banyuwangi
Kepala Kemenag Banyuwangi, Dr.H.Chairani Hidayat didampingi Plt Kasi Pendidikan Madrasah, H. Fakhrurrazi, S.Pd.I., M.Pd, memberikan keterangan terkait pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 Tingkat Kabupaten Banyuwangi.

 

BANYUWANGI | Jurnalperistiwa.id – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M., melaksanakan monitoring pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 tingkat Kabupaten Banyuwangi, yang digelar pada 7–9 September 2026 di MTs Negeri 8 Banyuwangi.

Baca juga: Karnaval Desa Kradenan Berlangsung 10,5 Jam, Pengamanan Libatkan 108 Personel Gabungan

 

Kegiatan OMI tingkat kabupaten tersebut diikuti sekitar 1.300 peserta didik dari seluruh jenjang pendidikan madrasah, mulai dari tingkat RA/MI, MTs hingga MA. Para peserta mengikuti berbagai bidang kompetisi sebagai bagian dari upaya meningkatkan prestasi, kompetensi, sekaligus membangun semangat berkompetisi secara sehat di kalangan siswa madrasah.

 

Dalam kegiatan monitoring tersebut, Dr. H. Chaironi Hidayat meninjau secara langsung pelaksanaan lomba dan melihat antusiasme para peserta. Ia berharap penyelenggaraan OMI tidak sekadar menjadi ajang untuk meraih juara, tetapi juga mampu memberikan motivasi kepada siswa untuk terus mengembangkan potensi dan prestasinya.

 

"Kami berharap OMI ini dapat membangun semangat siswa untuk terusbelajar, berprestasi dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki. Jadikan kompetisi ini sebagai pengalaman untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan percaya diri," Ujar Chaironi.

Baca juga: Ladang Menjadi Saksi, Polresta Banyuwangi Bersama Petani Wujudkan Swasembada Jagung

 

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti kompetisi. Menurutnya, kemenangan bukan satu-satunya tujuan, karena proses belajar, pengalaman, dan keberanian untuk berkompetisi merupakan bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik.

“Yang terpenting adalah semangat untuk berprestasi. Jangan takut kalah, jangan mudah menyerah. Terus belajar, disiplin, dan tunjukkan bahwa siswa madrasah mampu bersaing serta memberikan prestasi terbaik,” pesannya.

 

Baca juga: Kapal Tambahan Disiapkan, Dermaga Bulusan Dikaji untuk Urai Kepadatan Ketapang

Chaironi menambahkan, OMI menjadi salah satu momentum strategis untuk menemukan dan mengembangkan bibit-bibit unggul dari madrasah di Kabupaten Banyuwangi. Para siswa yang memiliki prestasi di tingkat kabupaten nantinya diharapkan dapat melanjutkan perjuangan ke tingkat Provinsi hingga tingkat Nasional.

Pelaksanaan OMI 2026 sendiri menjadi bagian dari agenda berjenjang. Setelah tingkat kabupaten/kota pada 7–9 September 2026, kompetisi dilanjutkan ke tingkat provinsi pada 5–6 Oktober 2026, dan tingkat nasional dijadwalkan pada 10–12 November 2026.

 

Dengan pelaksanaan OMI tersebut, Kemenag Banyuwangi berharap lahir generasi madrasah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, semangat juang, sportivitas, dan mampu membawa nama baik madrasah di tingkat yang lebih tinggi. (Ikhsan)

Editor : Biro Banyuwangi

Opini
Berita Populer
Berita Terbaru